Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Hankam

Tingkatkan Kesiapan Tempur, TNI Angkatan Laut Rencanakan Pembentukan Batalyon Sniper

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 14 Oktober 2026 · 14:581 menit baca
Tingkatkan Kesiapan Tempur, TNI Angkatan Laut Rencanakan Pembentukan Batalyon Sniper
Prajurit penembak runduk atau sniper TNI AL mengenakan samaran ghillie suit saat latihan operasi. (Dok. Puspen TNI)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan rencana penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan bertempur dan ketepatan pelaksanaan operasi militer, Selasa (13/10/2026).

“Dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” kata Laksamana TNI Muhammad Ali seperti dikutip melalui akun Instagram resmi TNI AL.

Dalam pembahasan strategis tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat jumlah personel serta menambah satuan bantuan udara yang nantinya akan dimiliki oleh Korps Marinir.

Selain pembentukan Batalyon Sniper, rencana pengembangan organisasi ini juga akan diperluas melalui validasi organisasi dengan pembentukan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.

Perkuat Daya Tempur Amfibi, Menhan Resmikan Kendaraan Tempur AAV M-35 untuk Korps Marinir
Baca Juga

Perkuat Daya Tempur Amfibi, Menhan Resmikan Kendaraan Tempur AAV M-35 untuk Korps Marinir

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” ujar Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan.

Di sisi lain, KSAL menegaskan bahwa prajurit yang mengukir prestasi dalam tugas operasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat maupun kesempatan mengikuti jenjang pendidikan sebagai bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme dalam menjaga keutuhan NKRI.

Hal tersebut dibuktikan melalui pemberian apresiasi kepada prajurit Satgas Koops TNI Habema atas keberhasilan operasi menumpas tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang sekaligus menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan tempur TNI AL.

(Roska)