Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antisipasi Sebaran Asap, Gubernur Kalbar Pantau Pergerakan Arah Angin Lewat SiPongi

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 7 Oktober 2026 · 21:172 menit baca
Antisipasi Sebaran Asap, Gubernur Kalbar Pantau Pergerakan Arah Angin Lewat SiPongi
Antisipasi sebaran asap, Gubernur Kalbar Ria Norsan pantau karhutla dan pergerakan arah angin dari Kalsel dan Kalteng menggunakan aplikasi SiPongi di Ruang DAR. (Dok. Adpim Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memantau eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dinamika pergerakan arah angin melalui sistem aplikasi SiPongi di Ruang Data Analytic and Room (DAR) Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu, (7/10/2026).

Pemantauan berbasis data digital yang dilakukan bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut difokuskan untuk mendeteksi sebaran titik api sekaligus memproyeksikan lintasan kabut asap lintas wilayah guna menentukan langkah penanganan taktis di lapangan.

Hasil pantauan instrumen cuaca mengenai pola pergerakan massa udara dipaparkan langsung oleh Ria Norsan di hadapan instansi teknis. Arah hembusan angin regional dijabarkan dalam penjelasannya.

Masuki Musim Penghujan, Pemprov Kalbar Petakan 559 Desa Rawan Bencana Hidrometeorologi
Baca Juga

Masuki Musim Penghujan, Pemprov Kalbar Petakan 559 Desa Rawan Bencana Hidrometeorologi

“Kalau kita lihat pergerakan arah angin ini dari arah selatan. Kalau kita lihat kembali, arahnya dari Kalimantan Selatan, bergerak ke arah Kalimantan Tengah, kemudian menuju ke Kalimantan Barat. Kita melihat ini berdasarkan data, sehingga apa yang kita sampaikan sesuai dengan fakta,” tegas Ria Norsan, Rabu, (7/10/2026).

Pola sirkulasi angin dinilai menjadi variabel krusial yang mempengaruhi konsentrasi partikel asap dari titik-titik pembakaran lahan di luar provinsi menuju ruang udara Kalimantan Barat.

Kesiapsiagaan lintas instansi ditekankan guna merespons dinamika cuaca yang memperburuk pencemaran udara. Sinergi operasi pemadaman diuraikan dalam keterangannya.

Titik Panas Turun Signifikan, BPBD Kalbar Tetap Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla
Baca Juga

Titik Panas Turun Signifikan, BPBD Kalbar Tetap Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla

“Selain pemantauan, koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla. Pemerintah daerah bersama instansi teknis, aparat keamanan, petugas pemadam, serta seluruh unsur terkait harus terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama ketika kondisi cuaca dan arah angin berpotensi mendukung penyebaran asap,” tambahnya.

Masyarakat kembali diimbau tidak melakukan pembersihan areal perkebunan dengan metode pembakaran terbuka yang berpotensi memicu lonjakan titik api baru serta memperparah kualitas udara permukiman. Urgensi penindakan sejak dini digarisbawahi olehnya. Prioritas deteksi awal kebakaran ditegaskan dalam pemaparannya.

“Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan deteksi dini,” tegasnya.

Kolaborasi multi-pihak yang melibatkan aparatur penegak hukum, korporasi perkebunan, dan komunitas relawan diposisikan sebagai pilar perlindungan kesehatan publik dari ancaman kabut asap berkepanjangan. Komitmen pemantauan berkelanjutan disampaikan sebagai penutup arahannya.

“Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan serta koordinasi yang terus diperkuat, kita berupaya memastikan setiap potensi karhutla dapat segera direspons. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat Kalimantan Barat dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Ria Norsan.

(Hendrawan)