Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pakar Kesehatan Tekankan Perlunya Vaksinasi HPV bagi Pekerja Seks

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 23 Agustus 2026 · 21:561 menit baca
Pakar Kesehatan Tekankan Perlunya Vaksinasi HPV bagi Pekerja Seks
Pakar Borneo Medical Centre tekankan pentingnya vaksinasi HPV dan penggunaan kondom bagi pekerja seks guna mencegah IMS serta kanker reproduksi. (Dok. Dayank/Nusantara Post)

Perlindungan kesehatan reproduksi bagi pekerja seks dan kelompok dengan aktivitas seksual tinggi mendapat jawaban oleh pakar dari Borneo Medical Centre Kuching, Sabtu, (22/8/2026).

Pemberian vaksin serta proteksi fisik dinilai mutlak untuk menekan potensi penularan infeksi menular seksual (IMS) hingga risiko kanker serviks.

Pentingnya pencegahan melalui vaksinasi dan alat kontrasepsi dipaparkan oleh pakar obstetri dan ginekologi Borneo Medical Centre, Nicholas Ngeh.

Kabut Asap Picu Kenaikan Infeksi Paru Berat di RSUD Soedarso Pontianak
Baca Juga

Kabut Asap Picu Kenaikan Infeksi Paru Berat di RSUD Soedarso Pontianak

“Kalau ada vaksin HVP, kalau tidak ada pakai kondom, untuk semua negara sekarang standar laki-laki perempuan wajib Vaksin,” ujarnya, Sabtu, (22/8/2026).

Kekhawatiran terhadap kerahasiaan riwayat medis saat memeriksakan diri turut dijawab oleh pakar onkologi Borneo Medical Centre, Yu Kong Leong. Jaminan privasi serta ketersediaan bilik konsultasi khusus bagi pasien diuraikan dalam keterangannya.

“Pasien sudah tau saat dokter bertanya meskipun hal itu sensitif, namun kami biasanya sejauh ini menyediakan (bilik) atau ruangan khusus untuk menanyakan mana catatan yang boleh dikatakan ke keluarga atau tidak,” jawabnya.

Penanganan medis terstandar ditekankan secara ketat apabila ditemukan indikasi penyakit atau bibit kanker, tanpa beralih ke metode alternatif yang tidak teruji klinis. Bahaya penggunaan obat tradisional yang menunda penanganan medis ditegaskan lebih lanjut.

Pastikan Layanan Tanpa Diskriminasi, Pemkot Pontianak Perkuat Kapasitas HAM Tenaga Medis
Baca Juga

Pastikan Layanan Tanpa Diskriminasi, Pemkot Pontianak Perkuat Kapasitas HAM Tenaga Medis

“Jangan percaya dengan obat tradisional, herbal, ataupun kontrol makan. Banyak pasien kita, tergiur tawaran obat herbal katanya ga punya efek samping. Setelah kembali berobat ke kita kondisinya makin buruk,” lanjutnya.

Melalui deteksi dini berkala dan tindakan medis yang tepat, risiko perburukan penyakit pada organ reproduksi diharapkan dapat dicegah sejak awal.

(Dayank Ana)