Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Raih TPAKD Award 2026, Pemprov Kalbar Diakui Terbaik se-Kalimantan

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 22 Oktober 2026 · 19:432 menit baca
Raih TPAKD Award 2026, Pemprov Kalbar Diakui Terbaik se-Kalimantan
Pemprov Kalbar meraih penghargaan TPAKD Award 2026 Terbaik se-Kalimantan atas keberhasilan memperluas akses keuangan formal dan pemberantasan rentenir. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerima penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 sebagai TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Kalimantan, Kamis, (22/10/2026). Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 bertema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” yang dibuka Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Capaian inklusi keuangan daerah tersebut disambut rasa syukur oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

“Alhamdulillah, Kalimantan Barat berhasil menjadi yang terbaik di wilayah Kalimantan. Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada OJK Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan bimbingan, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar, serta masyarakat yang turut mendukung upaya ini,” ungkap Norsan.

Kredit Tembus Rp18,09 Triliun, Laba Bank Kalbar Capai Rp397,55 Miliar
Baca Juga

Kredit Tembus Rp18,09 Triliun, Laba Bank Kalbar Capai Rp397,55 Miliar

Dukungan terhadap instruksi Presiden Prabowo mengenai pentingnya percepatan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditegaskan lebih lanjut oleh Norsan.

Peringatan untuk memperkuat implementasi program bantuan modal hingga ke tingkat tapak serta melepaskan warga dari ketergantungan jerat pinjaman informal disampaikan oleh Norsan.

“Setelah meraih penghargaan ini, kerja kita justru harus semakin keras. Jangan sampai masyarakat masih terjerat rentenir karena kesulitan mengakses modal. Program KUM Peduli Kredit Melawan Rentenir yang telah kita luncurkan bersama Bank Kalbar dan Jamkrida harus benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke desa-desa di 14 kabupaten/kota,” pesannya.

Strategi penguatan tata kelola, edukasi literasi keuangan, perluasan ekosistem digital berbasis QRIS, serta fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal UMKM turut dipaparkan oleh kepala daerah tersebut.

Rupiah Berada di Level Rp17.948 per Dolar AS Menurut Acuan JISDOR
Baca Juga

Rupiah Berada di Level Rp17.948 per Dolar AS Menurut Acuan JISDOR

Prinsip pemerataan ekonomi rakyat yang tangguh dan inklusif ditegaskan kembali oleh Norsan.

“Ini bukan soal piala, tetapi soal keadilan ekonomi. Saya ingin memastikan ekonomi kerakyatan Kalbar tumbuh tangguh, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat. Mari kita perkuat kolaborasi dan literasi keuangan agar semakin banyak warga Kalbar memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal,” tegasnya.

Pengharapan agar penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi pendorong peningkatan mutu program kemitraan keuangan daerah diutarakan oleh Norsan sebelum mengakhiri penjelasannya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja bersama. Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan bagi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

(Rudi)