Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru

Memei
Memei
Jumat, 9 Oktober 2026 · 18:392 menit baca
Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru
Peserta rapat koordinasi mengikuti paparan peta citra satelit di ruang rapat, (Jumat, 9/10/2026). (Dok. Diskominfo Kalsel)

Sinarmas Group menyatakan mengerahkan sekitar 50 hingga 60 personel serta sarana pemadaman untuk membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru. Dukungan berupa personel, peralatan, alat berat, dan pembangunan sumur bor itu dimulai sejak pertengahan Agustus 2026.

Direktur Sinarmas Group Nurhadi mengatakan bantuan dimulai setelah ada arahan dari pemerintah pusat dan Gubernur Kalimantan Selatan untuk menangani karhutla bersama-sama.

“Sejak 18 Agustus, kami sudah berkomitmen dan konsen untuk memberikan dukungan kepada Pemprov Kalsel dalam penanganan karhutla di Banjarbaru. Sebelumnya, kami juga telah melaksanakan apel siaga api bersama Pemprov Kalsel pada awal Juli,” ujar Nurhadi di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).

Menurut Nurhadi, perusahaan menempatkan tim di sejumlah titik rawan kebakaran, yaitu Guntung Damar, Pengayuan, dan kawasan hutan lindung.

Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor
Baca Juga

Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor

Di Guntung Damar, perusahaan membangun tiga sumur bor berkedalaman sekitar 30 hingga 40 meter untuk memenuhi kebutuhan air dalam pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar.

Perusahaan mitra, termasuk PT Aneka, membantu menyediakan pompa air untuk mendistribusikan air ke lokasi kebakaran.

Perusahaan juga memakai cairan surfaktan untuk membantu memadamkan kebakaran gambut.

“Penggunaan cairan surfaktan cukup efektif untuk pemadaman gambut. Ini juga menjadi salah satu upaya agar penggunaan air lebih efisien dalam proses pemadaman,” jelas Nurhadi.

Duka di Balik Asap Banjarmasin: Guru Honorer Meninggal Usai Asma Kambuh Menembus Kabut
Baca Juga

Duka di Balik Asap Banjarmasin: Guru Honorer Meninggal Usai Asma Kambuh Menembus Kabut

Nurhadi menilai kondisi karhutla saat ini mulai terkendali dibandingkan pertengahan Agustus. Namun, menurut dia, asap masih ditemukan di sejumlah lokasi karena kebakaran pada lahan gambut memerlukan penanganan dan pendinginan berkelanjutan. Pernyataan ini belum disertai data seperti jumlah titik panas atau luas lahan terbakar.

Di luar bantuan ke Pemprov, Nurhadi menyatakan perusahaan tetap mengendalikan kebakaran di wilayah konsesinya. Sekitar 300 personel disiagakan untuk pengawasan dan pengendalian selama 24 jam.

Pemantauan memakai teknologi satelit dan Automatic Weather System (AWS) untuk mendeteksi perubahan cuaca dan potensi titik panas.

Perusahaan juga bersama pemerintah desa, kepolisian, dan pihak kehutanan setempat mensosialisasikan bahaya karhutla dan larangan membakar lahan, termasuk di wilayah Riam Kiwa, Kabupaten Banjar.

Nurhadi menyebut tim lapangan pernah menghadapi kendala ketika sebagian warga menghalangi pemadaman, sehingga pendekatan persuasif dan edukasi dinilai penting. Naskah sumber tidak menyebut lokasi, waktu, maupun rincian kejadian itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Rahmat Prapto Udoyo mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian karhutla, termasuk keterlibatan dunia usaha dalam menyediakan personel, peralatan, dan dukungan teknis.

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula
Baca Juga

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula

Pemprov berharap kerja sama pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat mempercepat penanganan, terutama pada lahan gambut yang membutuhkan pemadaman dan pendinginan intensif agar api tidak kembali menyala.

(Memei)