Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Kontingen SOIna Kalsel Dilepas ke Pesonas II Kupang, Tiga Atlet Berpeluang Tampil di World Games 2027

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 13 Oktober 2026 · 18:533 menit baca
Kontingen SOIna Kalsel Dilepas ke Pesonas II Kupang, Tiga Atlet Berpeluang Tampil di World Games 2027
Pelepasan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan untuk Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II di Kupang, NTT, di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (13/10/2026). (Dok. MC Kalsel/Scw)

Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan dilepas untuk mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14–18 Oktober 2026.

Sebanyak 126 anggota kontingen akan berlaga di ajang olahraga nasional bagi atlet disabilitas intelektual itu dan menargetkan posisi tiga besar.

Pelepasan berlangsung di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (13/10/2026). Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.

“Kami melepas kontingen dengan harapan para atlet dapat tampil sebaik mungkin dan membawa nama baik Kalimantan Selatan di Kupang,” kata Ariadi.

Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru
Baca Juga

Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan keikutsertaan kontingen tidak hanya berorientasi pada medali, tetapi juga mendorong kemandirian atlet disabilitas intelektual lewat olahraga.

“Kita pernah berada di peringkat ketujuh, pernah di peringkat ketiga. Mudah-mudahan kali ini kita bisa memperoleh peringkat yang lebih baik,” ujar Pebriadin.

Menurut dia, olahraga memberi ruang bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kemandirian.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, M. Anugrah, menyebut capaian tiga besar pada penyelenggaraan sebelumnya diharapkan dapat dipertahankan atau ditingkatkan.

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula
Baca Juga

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula

“Kami berharap kontingen Kalimantan Selatan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Pada Pesonas sebelumnya kita sudah masuk tiga besar, dan kami berharap prestasi ini dapat dipertahankan, bahkan meningkat,” kata Anugrah.

Ketua SOIna Kalsel, Sri Rahayu, menyatakan kesiapan keberangkatan telah mencapai 100 persen. Para atlet akan bertanding di tujuh cabang: tenis meja, bulu tangkis, renang, senam ritmik, atletik, sepak bola, dan bocce.

Menurut Sri, mempertahankan tiga besar tidak mudah karena persaingan datang terutama dari DKI Jakarta dan tuan rumah NTT, yang diperkirakan menurunkan lebih banyak atlet.

“Target insya Allah mempertahankan peringkat, minimal tetap berada di posisi tiga. Saingan kita tuan rumah dan DKI, atletnya lebih banyak dari kami,” ujar Sri.

Ia menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan sebelumnya di Semarang, DKI Jakarta berada di bawah Kalsel, tetapi saat itu kuota atlet terbatas.

Tahun ini DKI diperkirakan tampil lebih maksimal dengan jumlah atlet yang lebih besar. Atlet yang diberangkatkan, kata Sri, merupakan hasil pembinaan dan seleksi berjenjang selama tiga tahun lewat Pekan Olahraga Daerah (Porda) tingkat kabupaten/kota.

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia pada Umur 73 Tahun
Baca Juga

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia pada Umur 73 Tahun

Sri menyebut tiga atlet Kalsel berpeluang mewakili Indonesia pada World Games di Santiago, Chile, Oktober 2027. Peluang itu terkait tambahan kuota yang ditawarkan Pengurus Pusat SOIna kepada Kalsel setelah perhitungan kebutuhan kontingen Indonesia.

“Ini kesempatan bagi atlet kami untuk melangkah ke tingkat dunia, dari pembinaan yang sudah mereka jalani,” kata Sri.

Sri juga menyampaikan bahwa Kalsel sebelumnya sempat berpeluang menjadi tuan rumah Pesonas, tetapi penyelenggaraan tahun ini ditetapkan di NTT.

SOIna Kalsel disebut siap kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah Pesonas 2030 bila belum ada provinsi lain yang mengajukan.

Pada cabang sepak bola, Sri menyebut Kalsel pernah dua kali berturut-turut menjadi juara umum Borneo Cup, ajang regional yang melibatkan Sarawak, Brunei, dan sejumlah provinsi di Kalimantan. Piala bergilirnya masih berada di sekretariat SOIna Kalsel.

Untuk memenuhi kebutuhan pemain tambahan, pengurus menyiapkan dua atlet cadangan secara mandiri karena biayanya tidak lagi tercakup dalam anggaran Dispora.

“Yang dua itu kami tambah sendiri, biayanya dari pengurus, karena sudah tidak masuk ke anggaran Dispora lagi. Insya Allah kami sudah siapkan untuk atletnya,” pungkas Sri.

(Toni)