Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Jekan Raya dan Pahandut Paling Butuh Intervensi Kesehatan Saat Kabut Asap

Memei
Memei
Selasa, 6 Oktober 2026 · 12:492 menit baca
Jekan Raya dan Pahandut Paling Butuh Intervensi Kesehatan Saat Kabut Asap
Pengendara melintas di jalan raya yang diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Senin (6/10/2026). Dinas Kesehatan menyatakan dua kecamatan, Jekan Raya dan Pahandut, paling membutuhkan intervensi kesehatan selama kabut asap akibat karhutla. (Dok. Rikaamelia)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menyatakan Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut sebagai dua wilayah yang paling membutuhkan intervensi kesehatan selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan, Senin (5/10/2026), menjelaskan perbedaan kondisi kedua wilayah itu. Menurut dia, Pahandut berpenduduk padat dan warganya terdampak asap meski kejadian karhutla di sana relatif sedikit. Jekan Raya memiliki banyak titik api dan lahan gambut.

“Pahandut banyak penduduknya, sekalipun minim terjadi peristiwa karhutla, tapi warganya banyak terdampak kabut asap akibat karhutla. Sementara Jekan Raya banyak titik api dan lahan gambutnya,” kata Riduan.

Agar bantuan tepat sasaran, Dinkes mengoptimalkan pendataan berjenjang melalui rukun tetangga (RT), kader posyandu, puskesmas pembantu (pustu), dan puskesmas. Prioritasnya adalah kelompok rentan: balita, lansia, ibu hamil, serta penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma.

Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk
Baca Juga

Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk

Riduan mengatakan bantuan berupa masker N95, vitamin, dan obat-obatan disalurkan ke kelompok tersebut, antara lain lewat program home care. Petugas juga menjalankan skrining kesehatan dari rumah ke rumah di kawasan yang indeks standar pencemar udara (ISPU)-nya berkategori tidak sehat.

Kota Palangka Raya memiliki 11 puskesmas dan 43 pustu yang tersebar hampir di seluruh kelurahan. Riduan menyebut seluruh fasilitas itu telah dilengkapi ruang bebas asap, masker, vitamin, dan obat-obatan.

Ruang bebas asap dilengkapi air purifier dan tabung oksigen sehingga warga yang sesak napas dapat memperoleh pertolongan pertama tanpa biaya.

“Jika ada warga yang tidak bisa keluar rumah, dapat meminta bantuan petugas melalui RT atau pustu untuk diteruskan ke puskesmas. Nanti teman-teman puskesmas akan mendatangi rumah warga,” ujar Riduan.

Salurkan Rp40 Miliar BTT, Pemprov Kalbar Tambah Anggaran Karhutla di Empat Daerah
Baca Juga

Salurkan Rp40 Miliar BTT, Pemprov Kalbar Tambah Anggaran Karhutla di Empat Daerah

Dinkes mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker saat beraktivitas, dan memperbanyak minum air putih.

Warga yang mengalami gangguan pernapasan, mata perih, atau batuk berkepanjangan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan, mata perih, dan batuk berkepanjangan selama kualitas udara memburuk,” kata Riduan.

(Memei)