Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menyatakan Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut sebagai dua wilayah yang paling membutuhkan intervensi kesehatan selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan, Senin (5/10/2026), menjelaskan perbedaan kondisi kedua wilayah itu. Menurut dia, Pahandut berpenduduk padat dan warganya terdampak asap meski kejadian karhutla di sana relatif sedikit. Jekan Raya memiliki banyak titik api dan lahan gambut.
“Pahandut banyak penduduknya, sekalipun minim terjadi peristiwa karhutla, tapi warganya banyak terdampak kabut asap akibat karhutla. Sementara Jekan Raya banyak titik api dan lahan gambutnya,” kata Riduan.
Agar bantuan tepat sasaran, Dinkes mengoptimalkan pendataan berjenjang melalui rukun tetangga (RT), kader posyandu, puskesmas pembantu (pustu), dan puskesmas. Prioritasnya adalah kelompok rentan: balita, lansia, ibu hamil, serta penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma.

