Acara yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kecamatan Muara Lawa ini digelar di Lapangan Kampung Lambing, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sempekat Sempawat Takaq Ramah” ini ditujukan untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kuliner di Kutai Barat.
Selain itu, festival ini menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk lokal mereka.
“Festival Lemang bukan hanya kegiatan kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi lokal. Lemang yang dibuat dan dinikmati bersama mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan yang harus terus kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Frederick Edwin.
Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus mendorong pariwisata yang mengedepankan kekayaan budaya dan kuliner daerah.
Deretan bambu disiapkan untuk memasak lemang tradisional dalam perayaan Festival Lemang Muara Lawa. (Dok. Diskominfo Kutai Barat)
Ia berharap Festival Lemang dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah kampung, kecamatan, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi mempromosikan potensi Muara Lawa, guna menjaga keberlanjutan festival di tahun-tahun mendatang.
“Kepada generasi muda, saya berpesan agar terus mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerah, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman,” pesannya.
Sementara itu, Camat Muara Lawa, Gusti Muhammad Padli, berharap peringatan HUT ke-61 Kecamatan Muara Lawa menjadi momentum refleksi untuk menumbuhkan semangat baru dalam membangun kecamatan yang lebih maju.
Menurutnya, Festival Lemang adalah wujud nyata dari semangat gotong royong tersebut.
“Festival ini bukan sekadar kegiatan makan dan menikmati lemang. Lebih dari itu, festival ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap budaya dan tradisi masyarakat sekaligus upaya untuk menjaga warisan kuliner lokal agar tetap hidup dan dikenang oleh generasi yang akan datang,” jelas Padli.
Festival Lemang Muara Lawa 2026 ini diikuti oleh perwakilan dari delapan kampung di Kecamatan Muara Lawa dan melibatkan berbagai elemen, termasuk aparat keamanan, perusahaan, sekolah, dan pelaku UMKM.
Rangkaian acaranya meliputi prosesi memasak lemang secara tradisional hingga makan bersama.