Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Uji Kesiapan Hadapi Karhutla dan Banjir, BPBD Kaltara Gelar Simulasi Penanganan Darurat

Roska Putra
Roska Putra
Kamis, 8 Oktober 2026 · 21:202 menit baca
Uji Kesiapan Hadapi Karhutla dan Banjir, BPBD Kaltara Gelar Simulasi Penanganan Darurat
BPBD Kaltara gelar simulasi penanganan karhutla dan banjir di Tanjung Selor; Denny Yusdianto uji rencana kontinjensi bersama TNI, Polri, dan Basarnas. (Dok. Adpim Kaltara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Simulasi Ruang atau Tabletop Exercise (TTX) guna menguji kesiapan operasional penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir di Ruang Command Center BPBD Kaltara, Kamis, (8/10/2026).

Latihan taktis lintas sektor tersebut melibatkan instansi gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, organisasi perangkat daerah terkait, serta pemangku kepentingan kebencanaan guna menyelaraskan pembagian peran dan komando lapangan saat menghadapi situasi kedaruratan.

Tujuan pelaksanaan uji coba dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) tersebut diterangkan langsung oleh Sekretaris BPBD Kaltara, Denny Yusdianto. Fungsi pengujian skenario kontinjensi dipaparkan dalam keterangannya.

“Simulasi ruang ini, atau istilahnya tabletop exercise, adalah upaya kita untuk menguji dokumen rencana kontinjensi yang sudah disahkan. Dokumen ini berisi skenario penanganan darurat saat bencana terjadi, mulai dari mobilisasi bantuan hingga penentuan titik dan ruang evakuasi bagi masyarakat,” ujar Denny Yusdianto, Kamis, (8/10/2026).

BMKG Deteksi Enam Titik Panas di Kaltara, Terbanyak Berada di Nunukan
Baca Juga

BMKG Deteksi Enam Titik Panas di Kaltara, Terbanyak Berada di Nunukan

Penyamaan persepsi antarlembaga difokuskan agar seluruh instansi dapat bergerak terpadu dalam satu jalur koordinasi tunggal tanpa hambatan birokrasi teknis saat operasi penyelamatan warga berlangsung.Sistem komando terpadu ditegaskan dalam penjelasannya.

“Di sini kita berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Tujuan akhirnya, ketika kita harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan, seluruh unsur sudah berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid,” jelasnya.

Karhutla dan banjir ditetapkan sebagai dua ancaman bencana prioritas di wilayah Kalimantan Utara, menyusul penetapan status keadaan darurat bencana oleh Gubernur Kaltara pada Juli lalu sebagai dasar mobilisasi sumber daya penanggulangan. Soliditas kerja sama antarunsur pemerintah dan aparat keamanan diuraikan dalam pemaparannya.

“Penanganan karhutla di Kalimantan Utara sangat terkoordinasi dengan baik, rapi, serta bersinergi secara positif bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur Pentahelix,” katanya.

Gubernur Zainal Temui Kedubes Australia, Bahas Kelanjutan Program Layanan Dasar
Baca Juga

Gubernur Zainal Temui Kedubes Australia, Bahas Kelanjutan Program Layanan Dasar

Penyelenggaraan evaluasi kesiapsiagaan bencana secara berkala ditekankan sebagai penutup pernyataannya agar strategi teknis di atas kertas senantiasa relevan dengan perubahan kondisi alam di lapangan. Kebutuhan pemutakhiran taktik darurat dirumuskan dalam keterangannya.

“Meskipun kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, simulasi ini perlu terus diperbarui mengikuti dinamika kondisi di lapangan agar kesiapsiagaan kita tetap optimal,” tutup Denny Yusdianto.

(Roska)