Fenomena kemunculan cacing di perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak, yang sempat memicu tanda tanya dan kekhawatiran warga akhirnya mendapat penjelasan ilmiah dari otoritas akademis. Peneliti ekologi perairan dan sistematika hewan air dari Jurusan Biologi Universitas Tanjungpura, Junardi, mengidentifikasi organisme tersebut sebagai kelompok Polychaeta atau cacing berambut sikat.
Junardi menjelaskan bahwa cacing laut yang secara normal hidup di dalam sedimen dasar atau lumpur perairan tersebut dapat naik ke permukaan akibat dua faktor utama. Kemungkinan pertama berkaitan dengan durasi pasang air asin yang relatif lama, di mana organisme ini bergerak mengikuti aliran air demi memburu sumber pakan alami seperti mikroalga dan plankton. Sedangkan kemungkinan kedua erat kaitannya dengan siklus reproduksi atau musim pemijahan, di mana cacing bergerak mengikuti pasang air untuk melepaskan sel kelamin.
Kendati demikian, pihak peneliti menegaskan bahwa faktor pemicu tersebut masih memerlukan pembuktian ilmiah yang komprehensif melalui uji sampel di laboratorium.
“Keduanya butuh pemeriksaan sampel lebih lab,” ungkap Junardi dalam keterangannya Kamis (22/10/2026).

