Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Lakukan OMC Dry Ice Tingkatkan Jarak Pandang Bandara Palembang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 10:231 menit baca
BNPB Lakukan OMC Dry Ice Tingkatkan Jarak Pandang Bandara Palembang
Petugas BNPB menyiapkan dan menyemai bahan dry ice dari pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca di atas wilayah Sumatera Selatan. Foto: BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan dry ice selama dua hari berturut-turut pada 15–16 Oktober 2026.

Langkah ini diambil guna mengatasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, serta memicu gangguan kesehatan warga.

Penerbangan armada OMC diberangkatkan dari Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung, Lampung. Selama dua hari operasi, total bahan dry ice yang disemai mencapai 2,4 ton melalui 3 sorti penerbangan dengan total durasi terbang 7 jam 3 menit.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menargetkan agar permasalahan karhutla dapat segera teratasi. Evaluasi penanganan akan terus dilakukan agar langkah penanggulangan berjalan lebih efektif.

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala BNPB menggantikan Letjen TNI Suharyanto
Baca Juga

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala BNPB menggantikan Letjen TNI Suharyanto

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus terdampak,” kata Kristomei.

Pada sorti pertama yang berlangsung dari pagi hingga siang hari, pesawat BNPB menyemai 800 kilogram dry ice di sekitar area Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jarak pandang di bandara tersebut semula berada pada angka 1.000 meter pada pukul 13.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1.500 hingga 2.000 meter pada pukul 14.30 WIB.

Secara teknis, penyemaian dry ice dilakukan pada lapisan atmosfer yang mengalami kondisi inversi, yakni ketika lapisan udara atas lebih hangat dibandingkan lapisan udara bawah.

Karhutla Landa Sulteng, Sulsel, dan Ternate, Banjir Justru Terjang Aceh Tamiang
Baca Juga

Karhutla Landa Sulteng, Sulsel, dan Ternate, Banjir Justru Terjang Aceh Tamiang

Proses ini berpotensi melemahkan struktur lapisan udara sehingga kepekatan kabut asap di permukaan berkurang dan jarak pandang penerbangan membaik.

Usai pelaksanaan sorti kedua, jarak pandang tercatat cenderung stabil pada angka 2.800 meter. Dua jam setelahnya, jarak pandang kembali meningkat menjadi 3.000 meter dan bertahan stabil hingga pukul 20.30 WIB.

Meskipun demikian, efektivitas penggunaan bahan dry ice maupun faktor penyebab lain dari membaiknya jarak pandang masih memerlukan tindakan lebih lanjut.

(Rudi)