Petugas gabungan berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan di area kebakaran yang diselimuti kabut asap. (Dok. BNPB)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan mendominasi kejadian bencana pada 11-12 Oktober 2026. Di tengah kondisi itu, banjir tetap terjadi di wilayah utara Sumatra akibat anomali cuaca.
Di Sulawesi Tengah, karhutla membakar satu hektare lahan di Kelurahan Uentanaga, Kecamatan Rotalindo, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Minggu (11/10).
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama tim gabungan memadamkan api dengan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil Dinas Sosial. Api padam pada hari yang sama, sedangkan penyebabnya masih diselidiki.
Kebakaran lain terjadi di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Api terlihat sekitar pukul 15.30 WITA di lahan kebun kosong Dusun IV.
Seorang petani bernama Sanudin pertama kali melihat asap dan kobaran api, yang kemudian menjalar ke lahan milik beberapa warga.
Banjir merendam kebun sawit dan halaman rumah warga di Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (11/10/2026). (Foto: Dok. Dinas Damkar dan Penyelamatan Kab. Aceh Tamiang)
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman. Total tiga hektare lahan terbakar. BPBD Parigi Moutong bersama aparat kecamatan dan desa memadamkan api hingga tahap pendinginan, dan api padam pukul 19.30 WITA.
Di Sulawesi Selatan, kebakaran melanda Kelurahan Maccorawalie (Kecamatan Watang Sawitto) dan Desa Watang Pulu (Kecamatan Suppa), Kabupaten Pinrang. Masing-masing wilayah kehilangan sekitar sepuluh hektare lahan. Pemadaman melibatkan TRC BPBD Pinrang, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Api padam pada Minggu sore.
Dari Maluku Utara, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Takome, Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, belum sepenuhnya teratasi. Kebakaran itu diketahui sejak Kamis (8/10).
Pada Minggu pukul 08.00 WIT masih terpantau asap dari tumpukan sampah dan api kembali muncul di beberapa titik. Tim gabungan terus memadamkan api, sementara kabut asap menyelimuti area TPA hingga permukiman warga.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang diguyur hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10), padahal sejumlah wilayah lain mengalami kekeringan ekstrem. Banjir merendam empat kecamatan, yaitu Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, dan Bendahara.
Menurut kaji cepat BPBD setempat, 222 kepala keluarga mengungsi. Hujan masih turun di sebagian wilayah pada Minggu dan banjir belum surut, dengan tinggi muka air sekitar 50 sentimeter.
BNPB meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau. Warga diminta menghemat air, mengisi cadangan saat pasokan tersedia, memperbaiki keran atau pipa bocor, dan memanfaatkan kembali air bekas yang masih layak.
Di tengah cuaca terik akibat El Nino, masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka ladang dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan bara api padam sempurna.
BNPB juga meminta warga mewaspadai bahaya hidrometeorologi akibat anomali cuaca, terutama di utara Sumatra, serta ancaman gempa bumi. Masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana dan memantau informasi dari BNPB, BPBD, dan BMKG.