Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala BNPB menggantikan Letjen TNI Suharyanto

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 16 Oktober 2026 · 21:132 menit baca
Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala BNPB menggantikan Letjen TNI Suharyanto
Acara serah terima jabatan Kepala BNPB dari Letjen TNI Suharyanto kepada Letjen TNI Kristomei Sianturi di InaDRTG, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026). Foto: BNPB

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) usai melakoni serah terima jabatan (sertijab) di InaDRTG, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).

Ia menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut selama lima tahun pada periode 2021 hingga 2026.

Sertijab ini menyusul pelantikan Kristomei oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10/2026). Dilantik pada usia 50 tahun, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 6 Mei 1976 ini mencatatkan diri sebagai Kepala BNPB termuda, menggantikan lima pendahulunya mulai dari Syamsul Maarif, Willem Rampangilei, Doni Monardo, Ganip Warsito, hingga Suharyanto.

Usai pelantikan dan sertijab, Kristomei menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan instruksi langsung untuk segera bekerja menangani kondisi darurat bencana yang sedang terjadi di Indonesia.

Perkuat Pengelolaan Pengetahuan Kebencanaan Daerah, BNPB Kenalkan Sistem DKMS
Baca Juga

Perkuat Pengelolaan Pengetahuan Kebencanaan Daerah, BNPB Kenalkan Sistem DKMS

Lulusan Akademi Militer 1997 kecabangan Infanteri ini menegaskan bahwa keterlibatannya dalam dunia penanggulangan bencana bukan hal baru.

Pada tahun 2020, saat masih berpangkat kolonel, Kristomei pernah bertugas di BNPB sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kala itu, ia diperbantukan di media center untuk mendampingi Kepala BNPB almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo.

Pengalaman teritorial dan bidang penerangan tersebut menjadi modal utamanya dalam menguatkan komunikasi risiko serta sinergi lintas sektor kebencanaan.

“Saya teringat enam tahun lalu, mendampingi Pak Doni Monardo, saat itu saya diperbantukan di media center. Itu salah satu pengalaman kami, bahkan saat itu saya juga sempat menginap di kantor BNPB,” kata Kristomei.

Karhutla Landa Sulteng, Sulsel, dan Ternate, Banjir Justru Terjang Aceh Tamiang
Baca Juga

Karhutla Landa Sulteng, Sulsel, dan Ternate, Banjir Justru Terjang Aceh Tamiang

“Jadi bertugas di BNPB bukan hal yang baru, walau saat itu hanya sebentar, namun banyak berkutat langsung di dalamnya,” katanya.

Selain menegaskan kesiapannya, Kristomei turut mengapresiasi capaian dan kinerja Letjen TNI Suharyanto selama memimpin BNPB. Ia mengajak seluruh jajaran BNPB untuk terus menjaga semangat dan bekerja bersama dalam mengarungi penanganan bencana ke depan.

“Tugas ke depan untuk segera bekerja menangani bencana,” ujar Kristomei.

“Mari kita kerja bersama dan mari sama-sama kita bersemangat,” tuturnya.

Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan, disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi madya, pejabat tinggi pratama, serta pegawai BNPB.

Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPB, Kristomei menjabat sebagai Panglima Kodam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.

Update BNPB: Karhutla Masih Mendominasi Bencana di Berbagai Wilayah Indonesia
Baca Juga

Update BNPB: Karhutla Masih Mendominasi Bencana di Berbagai Wilayah Indonesia

Rekam jejak penugasannya mencakup berbagai posisi strategis, seperti Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, Dandim 0424/Tanggamus, Kapendam Jaya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD pada 2023, Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024, hingga Kepala Pusat Penerangan TNI pada Maret 2025.

(Rudi)