Otorita Ibu Kota Nusantara memasukkan lima desa dan kelurahan di kawasan penyangga ke dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Perkotaan guna menyelaraskan pertumbuhan kawasan dengan pembangunan pusat pemerintahan baru, Senin, (12/10/2026). Kelima wilayah yang masuk dalam zonasi penataan tersebut meliputi Desa Binuang, Bumi Harapan, Maridan, Pemaluan, dan Telemow.
Arah pengembangan wilayah penyangga diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan dan jasa, serta ekowisata berbasis lingkungan pesisir dan mangrove tanpa mengorbankan karakteristik perdesaan serta fungsi ekologis kawasan.
Rencana teknis ruang tersebut dirumuskan menyusul pelaksanaan Konsultasi Publik Ke-1 yang digelar di Multifunction Hall, Kantor Bersama 1, Nusantara, Kamis, (8/10/2026), setelah melalui tahapan survei lapangan dan rembuk warga sejak Juli hingga Agustus 2026. Kebutuhan analisis yang mendalam serta integrasi keberlanjutan lingkungan dipaparkan oleh Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia.
“Penyusunan RDTR perlu didukung oleh analisis yang tajam, data spasial yang akurat, serta integrasi isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, rencana tata ruang yang dihasilkan dapat mengakomodasi potensi, kebutuhan masyarakat, dan tantangan pengembangan kawasan secara komprehensif,” ujar Mia Amalia, Kamis, (8/10/2026).

