Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Budaya

Merayakan Ragam Gagasan Lintas Negara, ICAD 16 Usung Tema ‘Being: Becoming’ di Jakarta

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 9 Oktober 2026 · 14:322 menit baca
Merayakan Ragam Gagasan Lintas Negara, ICAD 16 Usung Tema ‘Being: Becoming’ di Jakarta
Jajaran kurator, seniman, dan penyelenggara ICAD 16 memberikan keterangan saat konferensi pers pameran “Being: Becoming” di Grandkemang Hotel Jakarta, Kamis (8/10/2026). (Dok. Instagram/@icadartura)

Ajang Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) kembali mempertemukan seni dan desain dari 12 negara melalui gelaran edisi ke-16 bertajuk “Being: Becoming” yang berlangsung di Grandkemang Hotel Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pameran yang digelar hingga 8 November 2026 ini menghadirkan lebih dari 40 seniman, desainer, dan praktisi kreatif dari dalam dan luar negeri.

Melalui tema “Being: Becoming”, eksibisi ini mengeksplorasi kondisi manusia saat ini (being) serta berbagai kemungkinan untuk terus berkembang melampaui kondisi tersebut (becoming), sekaligus merespons isu kekuasaan, ingatan budaya, perkembangan teknologi, hingga pengalaman personal.

Kurator ICAD 16, Putra Hidayatullah, menjelaskan eksplorasi filosofis di balik tema pameran tahun ini.

Hari Jadi ke-255 Pontianak Digelar Sederhana, Pemkot Fokuskan Partisipasi Warga
Baca Juga

Hari Jadi ke-255 Pontianak Digelar Sederhana, Pemkot Fokuskan Partisipasi Warga

“Proses menjadi, dengan demikian, adalah tentang bernegosiasi dengan kekuatan yang membentuk kita, membayangkan kemungkinan lain, serta mengambil-atau mengambil kembali, meski hanya sekejap-kebebasan yang dibutuhkan untuk sekadar ‘ada’, sambil membawa fragmen yang kita tolak untuk hilang.” ujar Putra Hidayatullah, Kurator.

Tahun ini, ICAD 16 menampilkan karya seniman dan praktisi kreatif dari Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Palestina, Turki, Prancis, Belanda, Uganda, hingga Amerika Serikat.

Kolase instalasi karya seni kontemporer di pameran ICAD 16 Grandkemang Hotel Jakarta. (Dok. Instagram/@icadartura)
Kolase instalasi karya seni kontemporer di pameran ICAD 16 Grandkemang Hotel Jakarta. (Dok. Instagram/@icadartura)

Edisi kali ini juga memberikan penghormatan khusus (Special Appearance) kepada mendiang Made Wianta, seniman kontemporer Indonesia yang dikenal luas atas eksplorasi bahasa visual tanpa batas.

Selain itu, kategori In Focus menampilkan karya pelukis figuratif asal Yogyakarta, Putu Sutawijaya, serta seniman lintas media berbasis di Belanda, Ahmet Öğüt, yang mengangkat isu solidaritas terhadap Palestina.

Sempat Tertunda, Proyek Replika Kapal Pesiar Titanic II Ditargetkan Berlayar pada 2027
Baca Juga

Sempat Tertunda, Proyek Replika Kapal Pesiar Titanic II Ditargetkan Berlayar pada 2027

Sementara pada kategori Featured, seniman asal Aceh Jamaluddin Phonna menghadirkan narasi peringatan bencana tsunami, dan perupa Palestina Larissa Sansour memanfaatkan fiksi ilmiah untuk mengulas sejarah dan identitas bangsanya.

Eksplorasi karya makin kaya melalui kategori Open Call yang menyaring seniman dari 100 lebih pendaftar, di antaranya Clarissa Tiffany yang menelusuri memori perempuan Tionghoa-Indonesia, serta Yang Amat Mulia Pengiran Anak Hamlatul Arsy Mulia Bolkiah asal Brunei Darussalam yang mengangkat kepercayaan budaya Melayu.

Festival Director ICAD, Edwin Nazir, menegaskan komitmen ICAD sebagai wadah inklusif bagi wacana seni dan desain.

“ICAD sejak awal menjadi ruang yang mempertemukan seni, desain, dan berbagai disiplin secara inklusif. Di ICAD 16, kami kembali membuka ruang bagi seniman dan praktisi kreatif dari Indonesia maupun berbagai negara untuk menghadirkan karya dan perspektif mereka. Kami berharap ICAD dapat menjadi ruang yang dekat dan terbuka bagi publik untuk menikmati karya, bertemu dengan gagasan yang berbeda, dan melihat berbagai kemungkinan yang muncul dari pertemuan lintas disiplin,” ujar Edwin Nazir, Festival Director ICAD.

Guna menghidupkan wacana publik, ICAD 16 turut menyelenggarakan berbagai program pendukung seperti talks, workshop, serta program kawasan Kemang 12730.

Selain itu, program edukasi ICAD Student Tour kembali hadir dengan menggandeng 24 sekolah mulai dari tingkat TK hingga universitas untuk memberikan kesempatan bagi pelajar berinteraksi langsung dengan kurator dan seniman.

(Roska)