Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Internasional

Ahmet Öğüt Pamerkan Semangka dan Sertifikat Donor Jantung untuk Gaza di ICAD 16

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 31 Oktober 2026 · 13:482 menit baca
Ahmet Öğüt Pamerkan Semangka dan Sertifikat Donor Jantung untuk Gaza di ICAD 16
Semangka di depan sertifikat donor organ berisi grafik detak jantung 54 bpm karya Ahmet Öğüt, I’m Still Alive, Yet, di ICAD 16. (Dok. ICAD)

Seniman konseptual asal Belanda, Ahmet Öğüt, menampilkan karya I’m Still Alive, Yet yang mengangkat solidaritas terhadap Palestina lewat sebuah semangka dan sertifikat donor organ.

Karya ini dipamerkan dalam kategori In Focus di Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 16, Grandkemang Hotel Jakarta, Jakarta Selatan, pada 8 Oktober hingga 8 November 2026.

Karya ini bermula dari komitmen Öğüt untuk mendonasikan jantungnya ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza setelah ia meninggal dunia. Komitmen itu diwujudkan dalam sertifikat donor organ yang terus bertumbuh dan memuat dokumentasi detak jantung harian sang seniman.

I’m Still Alive, Yet dikerjakan sejak 2024 dan masih berlangsung hingga kini.

Putu Sutawijaya Angkat Perjuangan Warga Merapi lewat Lukisan dan Patung di ICAD 16
Baca Juga

Putu Sutawijaya Angkat Perjuangan Warga Merapi lewat Lukisan dan Patung di ICAD 16

Karya berukuran 25 x 35 x 150 cm ini terdiri dari semangka, kertas sertifikat donor organ, dan detak jantung yang diperbarui setiap hari.

Semangka dipilih karena dikenal secara global sebagai ikon perlawanan, ketangguhan, dan solidaritas Palestina.

Buah itu diletakkan di atas tumpuan dan tampak diiris sebagian oleh sertifikat donor serta laporan detak jantung seniman yang diperbarui secara berkala. Melalui wujud ini, karya tersebut memaknai donor organ sebagai bahasa isyarat kemanusiaan sekaligus tindakan solidaritas.

Pada tampilan di pameran, lembar sertifikat berdiri tegak di belakang semangka. Lembar itu mencantumkan angka 54 bpm dengan keterangan bradycardia, grafik detak jantung berwarna merah, serta tanggal 20 Oktober 2026 pukul 04.26. Di bawah grafik tertulis kalimat, “in every breath I take, I’m still alive”.

Merayakan Ragam Gagasan Lintas Negara, ICAD 16 Usung Tema ‘Being: Becoming’ di Jakarta
Baca Juga

Merayakan Ragam Gagasan Lintas Negara, ICAD 16 Usung Tema ‘Being: Becoming’ di Jakarta

Teks pendamping untuk pengunjung muda menjelaskan bahwa sertifikat itu mencatat detak jantung Öğüt secara langsung setiap hari. Semangka di sebelahnya disebut sebagai simbol kebaikan dan kepedulian untuk sesama.

Ahmet Öğüt lahir pada 1981 dan tinggal serta berkarya di antara Amsterdam dan Istanbul.

Ia adalah inisiator The Silent University dan pernah mewakili Turki di Venice Biennale ke-53. Karyanya telah dipamerkan di sejumlah institusi dan perhelatan dua tahunan, antara lain Kunsthalle Basel, Chisenhale Gallery, Van Abbemuseum, Singapore Biennale, Istanbul Biennial, dan New Museum Triennial.

Karya ini ditampilkan dengan dukungan Erasmus Huis dan Kerajaan Belanda. ICAD 16 mengusung tema Being: Becoming dan menampilkan lebih dari 40 seniman, desainer, dan praktisi kreatif dari 12 negara.

Selain Öğüt, kategori In Focus juga menampilkan Didi Budiardjo, Iswanto Hartono, dan Putu Sutawijaya.

(roska)