Kemenangan dramatis Luiz Inácio Lula da Silva dalam Pemilihan Presiden Brasil 2026 tidak hanya menjadi catatan sejarah domestik, tetapi juga mengubah peta kekuatan politik di kawasan Amerika Latin.
Berdasarkan penghitungan 100 persen suara oleh otoritas pemilu, politikus senior berusia 81 tahun tersebut meraih 51,79 persen suara, unggul selisih 4,4 juta suara dari rivalnya, Flávio Bolsonaro, yang memperoleh 48,21 persen suara.
Kemenangan ini menjadi pembalik keadaan yang luar biasa setelah Lula sempat kalah tipis dari Flávio pada putaran pertama awal Oktober lalu.
Lula da Silva sukses mengamankan masa jabatan keempatnya setelah didorong oleh lonjakan partisipasi pemilih di putaran kedua, di mana angka golput berhasil ditekan turun dari 21,08 persen menjadi 19,21 persen.

