Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Internasional

Menang di Tengah Tekanan Trump, Lula da Silva Pertahankan Kepemimpinan Sayap Kiri di Brasil

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 26 Oktober 2026 · 15:191 menit baca
Menang di Tengah Tekanan Trump, Lula da Silva Pertahankan Kepemimpinan Sayap Kiri di Brasil
Presiden terpilih Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyapa para pendukungnya saat menyampaikan pidato kemenangan usai resmi mengantongi 51,79 persen suara dalam Pilpres Brasil 2026 di São Paulo, Senin (26/10/2026). (Dok. Irene Montero)

Kemenangan dramatis Luiz Inácio Lula da Silva dalam Pemilihan Presiden Brasil 2026 tidak hanya menjadi catatan sejarah domestik, tetapi juga mengubah peta kekuatan politik di kawasan Amerika Latin.

Berdasarkan penghitungan 100 persen suara oleh otoritas pemilu, politikus senior berusia 81 tahun tersebut meraih 51,79 persen suara, unggul selisih 4,4 juta suara dari rivalnya, Flávio Bolsonaro, yang memperoleh 48,21 persen suara.

Kemenangan ini menjadi pembalik keadaan yang luar biasa setelah Lula sempat kalah tipis dari Flávio pada putaran pertama awal Oktober lalu.

Lula da Silva sukses mengamankan masa jabatan keempatnya setelah didorong oleh lonjakan partisipasi pemilih di putaran kedua, di mana angka golput berhasil ditekan turun dari 21,08 persen menjadi 19,21 persen.

Kontroversi Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia: Dari Masalah Kredensial Hukum hingga Jejak Media Sosial
Baca Juga

Kontroversi Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia: Dari Masalah Kredensial Hukum hingga Jejak Media Sosial

Persaingan kali ini memanas lantaran Flávio Bolsonaro putra mantan presiden Jair Bolsonaro secara terbuka menjanjikan penyelarasan kebijakan luar negeri Brasil yang lebih erat dengan Gedung Putih di bawah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Meskipun Trump tidak memberikan endorsement resmi secara langsung seperti di Kolombia dan Honduras, pemerintahannya secara terbuka lebih menginginkan kemenangan kubu konservatif untuk membendung pengaruh ekonomi Tiongkok di Amerika Latin.

Menanggapi tekanan politik luar negeri tersebut, Lula da Silva secara tegas menyatakan kedaulatan negaranya sebelum pemilu berlangsung.

“Brasil tidak akan pernah masuk ke dalam halaman belakang siapa pun,” kata Lula da Silva, Senin (26/10).

Iran Beri Trump Tiga Syarat Damai Atau Ancam Serang Aset Komersial AS
Baca Juga

Iran Beri Trump Tiga Syarat Damai Atau Ancam Serang Aset Komersial AS

Meski Flávio Bolsonaro menolak mengakui kekalahan dan menuntut pembatalan pemilu akibat perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam, kemenangan Lula tetap disahkan dan dirayakan secara meriah di jalanan São Paulo.

Hasil ini sekaligus menyuntikkan kelegaan bagi komunitas internasional dan aktivis lingkungan yang mengkhawatirkan nasib Hutan Amazon di bawah kendali kubu konservatif.

(Toni)