Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Minerba

Harga Tembaga Kembali Turun di Tengah Tekanan Saham AI dan Ketidakpastian Suku Bunga The Fed

Memei
Memei
Senin, 26 Oktober 2026 · 14:351 menit baca
Harga Tembaga Kembali Turun di Tengah Tekanan Saham AI dan Ketidakpastian Suku Bunga The Fed
Lembaran komoditas tembaga olahan siap kirim yang mengalami penurunan harga di bursa internasional akibat sentimen saham AI dan kebijakan suku bunga, Senin (26/10/2026). (Dok. Sipojj – Business Threads)

Harga tembaga dunia kembali melanjutkan tren penurunan dari pekan sebelumnya akibat meredupnya minat risiko pasar yang terpengaruh oleh tekanan pada saham-saham sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Komoditas logam yang krusial untuk pembangunan pusat data (data center) dan infrastruktur kelistrikan ini sempat terkoreksi hingga 0,6 persen di bursa London pada perdagangan Senin pagi, (26/10).

Penurunan ini terjadi di tengah penantian laporan laba perusahaan teknologi raksasa dan kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar energi serta arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Pasar memperkirakan adanya peluang hampir 10 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat Rabu mendatang, dengan ekspektasi kenaikan sebelum akhir tahun mencapai di atas 70 persen.

Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara
Baca Juga

Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara

Tingginya biaya pinjaman dinilai menjadi sentimen negatif yang menahan laju pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan permintaan komoditas global.

Di sisi lain, kondisi pasokan tembaga di China dilaporkan masih relatif ketat sebagai akibat dari penurunan produksi domestik serta tingginya aliran logam ke AS guna mengantisipasi penerapan tarif impor. Hal ini tecermin dari Premi Yangshan indikator utama permintaan tembaga impor yang melesat ke level tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2017.

Pada perdagangan pukul 11.37 waktu Shanghai, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) tercatat turun 0,5 persen ke posisi US$14.247,50 per metrik ton.

Pelemahan ini juga diikuti oleh logam dasar lainnya, di mana aluminium terkikis 0,4 persen dan nikel melemah 0,9 persen.

(Memei)