Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan perhatian serius terhadap maraknya tayangan mini drama berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengandalkan promosi gencar di media sosial.
Konten kreatif berdurasi pendek tersebut dinilai resah karena menyisipkan unsur pornografi, kekerasan seksual, hingga perjudian.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan, para pembuat konten memanfaatkan media sosial sekadar sebagai pintu masuk (gateway) untuk mengarahkan pengguna ke platform berbayar yang tidak terdaftar dan nyaris tanpa penapisan atau sensor.
“Kita mengamati munculnya konten-konten berupa drama pendek yang muncul dengan cukup gencar dan ramai di platform media sosial. Film-film ini digarap dengan cukup kreatif menggunakan teknologi artificial intelligence pada umumnya,” kata Nezar Patria usai menghadiri acara Lembaga Sensor Film di Bogor, Jawa Barat Sabtu, (24/10).

