Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Minggu, 25 Oktober 2026 · 12:481 menit baca
Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan arahan terkait pemulihan kepercayaan investor dan penguatan gerakan Buy Indonesia serta Buy from Indonesia di podium Kadin Indonesia. Foto: Dokumentasi Kadin Indonesia

Menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 pada 29–30 Oktober mendatang, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusung gerakan “Buy from Indonesia” dan “Buy Indonesia” dengan menempatkan pemulihan kepercayaan investor sebagai fondasi utama.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa memulihkan kepercayaan investor asing langsung (foreign direct investment/FDI) maupun investor portofolio merupakan kunci untuk memperbesar nilai ekspor dan menggerakkan investasi daerah.

Upaya ini membutuhkan jaminan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, transparansi informasi, serta perlindungan hak kepemilikan investor.

“Pesan sederhananya adalah, beli produk Indonesia dan berinvestasilah di Indonesia. Tugas Kadin ialah memastikan bahwa ajakan tersebut didukung produk yang kompetitif, perusahaan yang terpercaya, dan proyek yang layak dibiayai,” ujar Anindya Bakrie dalam arahan persiapan Rapimnas Kadin 2026.

32 Perusahaan Disanksi Penyebab Karhutla, Ketum Kadin Minta Penegakan Hukum Berdasar Data Transparan
Baca Juga

32 Perusahaan Disanksi Penyebab Karhutla, Ketum Kadin Minta Penegakan Hukum Berdasar Data Transparan

Anin menjelaskan, gerakan Buy from Indonesia difokuskan untuk mendorong pembeli internasional meningkatkan belanja barang dan jasa dari Indonesia. Sementara Buy Indonesia menggejot investasi domestik maupun asing ke dalam modal perusahaan dan proyek strategis di tanah air.

Langkah ini diambil di tengah tantangan fluktuasi pasar keuangan domestik. Meski demikian, Kadin optimistis melihat ketahanan industri nasional yang dicatat BPS, di mana ekspor barang 2024 mencapai US$266,53 miliar, serta data Kementerian Investasi/BKPM yang merealisasikan investasi 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun dengan 51,3 persen berada di luar Pulau Jawa.

“Dunia sudah membeli dari Indonesia. Tugas kita adalah memperluas pasar dan membuka peluang bagi lebih banyak pengusaha daerah,” kata Anin

(Ajau)