Dugaan pembatasan sebaran (shadowban) terhadap konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial memicu perbincangan luas di kalangan publik, Rabu, (21/10/2026). Sorotan tajam mengarah pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang kini dinakhodai oleh Meutya Viada Hafid, figur menteri berlatar belakang mantan jurnalis televisi.
Polemik tersebut bermula dari keluhan sejumlah pengguna media sosial yang menduga adanya intervensi otoritas dalam membatasi jangkauan informasi bencana kabut asap dan kebakaran hutan. Di tengah mencuatnya tudingan tersebut, pihak Komdigi menyatakan bantahan resmi terkait pembatasan atau penyensoran unggahan warga di platform daring.
Kritik tajam dari warganet terhadap sosok pimpinan kementerian tersebut mencuat di media sosial melalui akun Anwarinatari yang menyoroti pergeseran peran mantan jurnalis saat memegang kekuasaan.
“Saya anggap dia mantan wartawati paling jahat sepanjang sejarah dunia jurnalistik Indonesia. Berubah dari seorang pencari informasi jadi penghapus informasi,” unggah Anwarinatari.
