Sekretaris Pers Gedung Putih Amerikat Serikat yang baru ditunjuk, Katie Zacharia, langsung menghadapi sorotan tajam dan pertanyaan bertubi-tubi di awal masa jabatannya.
Selain penampilannya yang dinilai kurang memuaskan pada hari pertama bertugas, Zacharia disorot terkait kredensial hukumnya serta sejumlah unggahan masa lalunya di media sosial.
Gedung Putih menghadapi pertanyaan publik setelah Zacharia memberikan jawaban yang tidak meyakinkan mengenai di negara bagian mana ia lulus ujian pengacara (bar exam).
Saat ditanya oleh wartawan usai briefing pers pertamanya, Zacharia memberikan jawaban yang membingungkan dengan mengatakan, “Ketika saya pindah ke China”.
Baca Juga Iran Beri Trump Tiga Syarat Damai Atau Ancam Serang Aset Komersial AS
Meski Zacharia lulus dari sekolah hukum Pepperdine University pada tahun 2011 dan tercatat pernah bekerja di firma hukum di Beijing, peninjauan menunjukkan tidak ada catatan publik yang membuktikan ia memiliki lisensi praktik hukum di negara bagian AS manapun.
Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bahwa Zacharia sempat mengikuti ujian pengacara di California namun tidak lulus.
Akibat masalah ini, sebuah kelompok pengawas (watchdog group), Campaign for Accountability, resmi mengajukan pengaduan ke State Bar of California.
Mereka meminta penyelidikan apakah juru bicara Presiden Donald Trump tersebut telah melanggar hukum dengan berulang kali memperkenalkan diri sebagai seorang pengacara tanpa lisensi.
Baca Juga Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Hanya Beberapa Jam Setelah Dibuka, Tuding AS Ingkari Janji
Di California, mengaku sebagai pengacara tanpa lisensi yang sah dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana. Di sisi lain, Zacharia dalam pernyataannya bersikeras bahwa ia telah.
“mempraktikkan hukum transaksi internasional, dengan seluruh kredensial yang tepat”.
Kontroversi kredensial ini memperkeruh suasana pasca penampilan perdana Zacharia di podium Gedung Putih yang dinilai kaku. Dalam briefing berdurasi 14 menit tersebut, ia tampak membaca catatan secara ekstensif, hanya mengambil pertanyaan dari tiga organisasi berita yang dinilai ramah terhadap Trump, bahkan sempat salah menyebut presiden sebagai suaminya.
Penampilannya memicu kritik pedas, termasuk dari mantan Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, yang menyamakannya seperti acara komedi Saturday Night Live.
Kendati demikian, Presiden Donald Trump justru memuji debut Zacharia dan menyatakan bahwa ia menilai penampilan tersebut sangat baik.
Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, turut melontarkan pujian dan menyebut penampilan briefing tersebut luar biasa. Zacharia sendiri menduduki posisi ini untuk menggantikan Karoline Leavitt yang mundur pada bulan Agustus lalu.
Baca Juga Polisi Inggris Gagalkan Dugaan Teror di Pangkalan Udara RAF Fairford, 5 Orang Ditangkap
Selain isu hukum, sejumlah media dan publik turut membongkar jejak digital Zacharia berupa unggahan-unggahan lamanya di platform X (sebelum akhirnya dihapus).
Beberapa unggahan tersebut menunjukkan kedekatannya dalam memuji miliarder teknologi sekaligus sekutu Trump, Elon Musk, dengan menyebutnya sebagai figur yang “cerdas dan berani”.
Namun, ada pula catatan rekaman podcast lamanya di mana ia sempat mempertanyakan loyalitas Musk terhadap China.
Tidak hanya itu, laporan media lain juga menyoroti cuitan lama Zacharia yang pernah menyerukan agar pemerintahan “menangguhkan habeas corpus” (hak konstitusional untuk menantang penahanan di hadapan hakim).
Dengan berbagai polemik mulai dari legalitas status hukum hingga riwayat media sosialnya, awal kepemimpinan Zacharia sebagai juru bicara utama pemerintahan Trump dipenuhi dengan pengawasan ketat dari publik dan media.
(Ajau)
https://www.instagram.com/reel/DeebEaakrW2/?utm_source=ig_web_copy_link&srtk=NTc4MTIwNjQ2YQ==