Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Cyber Security

Isu Pembatasan Konten Karhutla di Instagram Mencuat, Apa Kata Komdigi?

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 19 Oktober 2026 · 13:302 menit baca
Isu Pembatasan Konten Karhutla di Instagram Mencuat, Apa Kata Komdigi?
Isu pembatasan unggahan karhutla di Instagram mencuat setelah jangkauan akun anjlok, simak klarifikasi resmi Komdigi terkait panduan komunitas dan kritik publik. (Dok. Kemenhut Kalteng)

Perbincangan mengenai dugaan pembatasan sebaran unggahan terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial Instagram ramai diperbincangkan publik, Minggu, (18/10/2026). Keluhan mencuat setelah sejumlah pengguna dan pemengaruh (influencer) mendapati jangkauan penayangan cerita Instagram (Insta Story) mereka merosot drastis seusai membahas krisis kabut asap di Kalimantan dan Sumatra, hingga memicu kecurigaan terjadinya pembatasan sepihak (shadowban).

Sorotan atas isu sensor informasi bencana tersebut dibantah langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, usai menghadiri kegiatan lari jurnalisme di Jakarta.

“Satu, kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apapun,” ujar Angga Raka Prabowo.

Safenet Kecam Pembatasan Konten Kritik Karhutla di Media Sosial
Baca Juga

Safenet Kecam Pembatasan Konten Kritik Karhutla di Media Sosial

Mekanisme moderasi maupun peredaran konten karhutla di ruang siber disebut Angga sepenuhnya tunduk pada algoritma serta panduan komunitas (community guideline) milik penyedia platform digital bersangkutan.

“Di setiap platform itu ada community guideline. Artinya apa? Mereka dengan sistem yang mereka, juga melihat apakah itu konten itu melanggar community guideline mereka atau tidak,” kata Angga.

Keterbukaan terhadap kritik tajam dan masukan masyarakat menyangkut lambannya penanganan krisis kabut asap di berbagai daerah terdampak kembali digarisbawahi oleh pemerintah.

“Yang jelas kita nggak ada, kita, kita semua terbuka terhadap kritik, kita pun terbuka terhadap ataupun masukan yang ada,” tegasnya.

Demi Dolar Meta, ‘Buzzer’ Indonesia Ternyata Kendalikan Narasi Politik Sayap Kanan di Australia dan AS
Baca Juga

Demi Dolar Meta, ‘Buzzer’ Indonesia Ternyata Kendalikan Narasi Politik Sayap Kanan di Australia dan AS

Tudingan bahwa aparatur negara sengaja membendung arus informasi bencana alam ditepis secara lugas dalam kesempatan yang sama.

“Sampai saat ini nggak ada. Nah, kita buktikan itu bahwa sekarang beredar, ada opini yang beredar bahwa ada pembatasan, ya tidak ada pembatasan, tapi harus juga jernih,” tambahnya.

Pentingnya ketepatan data dan fakta karhutla di media sosial turut ditekankan agar ruang publik terbebas dari ancaman disinformasi maupun kabar bohong.

“Terutama kita juga kan punya aturan. Kalau misalnya disinformasi, misinformasi, jadi tolong lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu. Tugas kita adalah memverifikasi lagi bagaimana apakah berita itu benar atau tidak,” jelasnya.

Laporan faktual masyarakat yang mendokumentasikan sebaran titik api di lapangan dipandang pemerintah sebagai kontribusi berharga untuk mempercepat mobilisasi pemadaman bencana kabut asap.

“Terima kasih kalau berita itu benar, artinya itu membantu juga kepada pemerintah untuk bisa aksi lebih cepat terhadap penanggulangan bencana dan segala macam-macamnya,” pungkasnya.

(Hendrawan)