Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Buffer Zones

Karhutla Kalimantan: Ini Respons Kontroversial Para Gubernur dan Sorotan Rekam Jejaknya

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 18 Oktober 2026 · 19:203 menit baca
Karhutla Kalimantan: Ini Respons Kontroversial Para Gubernur dan Sorotan Rekam Jejaknya
Di tengah ancaman karhutla dan Godzilla El Nino di Kalimantan, pernyataan lima gubernur memicu sorotan publik terkait rekam jejak, bisnis, hingga latar belakangnya. (Dok. Ist)

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda daratan Kalimantan di tengah ancaman fenomena cuaca ekstrem Godzilla El Nino. Di balik pekatnya kabut asap dan ancaman krisis ekologis, respons publik kini tertuju pada pernyataan kontras para kepala daerah di Pulau Borneo yang dinilai timpang dengan kenyataan lapangan, sekaligus memantik sorotan tajam terhadap latar belakang pendidikan, dinasti kekeluargaan, hingga relasi bisnis para penguasa wilayah tersebut.

Rudy Mas’ud (Dok. Instagram @h.rudymasud)

Klaim kondisi kualitas udara yang tetap aman di tengah ancaman kabut asap regional dilontarkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat menanggapi situasi karhutla di daerahnya.

“Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulilah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman,” ujar Rudy Mas’ud, Selasa, (15/9/2026).

Rudy Mas’ud memimpin Kalimantan Timur periode 2025–2030 berpasangan dengan Seno Aji di bawah bendera Partai Golkar. Sosok yang menempuh pendidikan sarjana, magister, hingga doktor di bidang ilmu ekonomi dari Universitas Mulawarman ini dikenal sebagai pengusaha energi serta pendiri Barokah Perkasa Grup. Sebelum menduduki kursi gubernur dan memimpin Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Rudy sempat melenggang ke Senayan sebagai anggota Komisi III DPR RI periode 2019–2024.

Kemenhut Cabut Izin 5 Perusahaan Penyebab Karhutla di Kalimantan, Total Konsesi Puluhan Ribu Hektare Melayang
Baca Juga

Kemenhut Cabut Izin 5 Perusahaan Penyebab Karhutla di Kalimantan, Total Konsesi Puluhan Ribu Hektare Melayang

Agustiar Sabran (Dok. Ist)

Pernyataan bernada seloroh justru dilontarkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah dengan latar belakang sarjana ilmu komunikasi, Agustiar Sabran, di hadapan publik di tengah ancaman pembakaran lahan gambut di wilayahnya.

“Bersatu kita teguh bercerai kawin lagi,” ungkap Agustiar Sabran, Kamis, (8/10/2026).

Pria berlatar belakang sarjana komunikasi kelahiran Sampit ini memegang tampuk kepemimpinan Kalimantan Tengah bersama Edy Pratowo untuk periode 2025–2030 di bawah naungan Partai Gerindra. Agustiar merupakan kakak kandung dari Gubernur Kalimantan Tengah periode sebelumnya, Sugianto Sabran. Jejak kariernya berakar kuat di sektor ekstraktif sebagai pengusaha tambang dan perkebunan, mantan Ketua Asosiasi Perusahaan Tambang Kalimantan Tengah (APTA), Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, mantan CEO Kalteng Putra FC, serta eks legislator Komisi III DPR RI.

Muhidin (Dok. Pribadi)

Tolok ukur ketiadaan helikopter pemadam dijadikan dasar untuk mengklaim situasi karhutla tidak berada pada fase genting oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, saat melakukan peninjauan lapangan.

Tindak Lanjuti Arahan Wapres, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Lintas Wilayah
Baca Juga

Tindak Lanjuti Arahan Wapres, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Lintas Wilayah

“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada artinya tidak parah,” kata Muhidin, Sabtu, (22/8/2026).

Muhidin menjabat Gubernur Kalimantan Selatan periode 2025–2030 bersama Hasnuryadi Sulaiman. Karier Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel ini bermula dari lulusan Sekolah Guru Olahraga (SGO) Banjarmasin yang sempat mengajar selama lebih dari dua dekade, sebelum kemudian banting setir menjadi taipan tambang batu bara sejak 1996. Jalur politiknya melesat dari kursi legislatif daerah, Wali Kota Banjarmasin periode 2010–2015, hingga Wakil Gubernur Kalsel periode 2021–2024.

Ria Norsan (Dok. Ist)

Aspirasi mahasiswa yang menuntut tindakan konkret atas kepungan asap direspons dengan pertanyaan retoris bernada ketus oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

“Mahasiswa ada turun memadamkan api?” sahut Ria Norsan saat mahasiswa menyampaikan aspirasi, Kamis, (3/9/2026).

Ria Norsan yang kini memimpin Kalimantan Barat bersama Krisantus Kurniawan tercatat menuntaskan dua gelar pascasarjana, yakni Magister Manajemen dan Magister Hukum. Politisi kelahiran Singkawang yang bernaung di Partai Gerindra ini memiliki rekam jejak birokrasi panjang, mulai dari Bupati Mempawah selama dua periode (2009–2018) hingga Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018–2023.

KLH Laksanakan Giat Operasi Modifikasi Cuaca di Beberapa Daerah Kalbar dan Kalteng
Baca Juga

KLH Laksanakan Giat Operasi Modifikasi Cuaca di Beberapa Daerah Kalbar dan Kalteng

Pengakuan atas minimnya sarana pemadaman api diutarakan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, yang memilih memaksimalkan logistik seadanya.

“Kalau dibilang peralatan pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja,” ungkap Zainal Arifin Paliwang, Jumat, (4/9/2026).

Zainal Arifin Paliwang mengamankan kursi Gubernur Kalimantan Utara untuk periode kedua (2025–2030) didampingi Ingkong Ala. Purnawirawan perwira tinggi kepolisian berpangkat Brigadir Jenderal Polisi ini menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian 1986, ilmu hukum, hingga doktoral administrasi publik. Sebelum memimpin Kaltara lewat perahu Partai Gerindra, Zainal menjabat sebagai Wakapolda Kaltara serta Analis Kebijakan Utama bidang Pidum Bareskrim Polri.

(Tony)