Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah proaktif mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Berpusat di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dan Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya, operasi lintas sektoral ini mengerahkan intervensi teknologi dinamika atmosfer guna memicu hujan buatan dan mematikan potensi titik api di lahan gambut.
Langkah taktis penyemaian awan ini sekaligus menandai pergeseran paradigma tata kelola penanganan bencana ekologis oleh pemerintah. Penanggulangan karhutla kini tidak lagi sekadar langkah reaktif pemadaman saat skala api sudah membesar, melainkan menitikberatkan pada pencegahan agresif sejak dini.
Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH/BPLH, Dasrul Chaniago, menegaskan bahwa perlindungan ekosistem harus dikebut jauh sebelum titik api bermunculan dan menjalar di akar rumput.
“Kita memahami bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan hanya pada saat api telah muncul. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui pengelolaan kondisi lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran,” tegas Dasrul Kamis, (3/9/2026).


