Ancaman defisit air Waduk Sepaku dan karhutla di IKN ditangani lewat Salat Istisqa massal di depan Istana KIPP serta Operasi Modifikasi Cuaca oleh BMKG. (Dok. OIKN)
Kekeringan ekstrem yang dipicu fenomena iklim El Nino mengakibatkan penyusutan debit air di Waduk Sepaku sebagai sumber utama air baku IKN sejak Juli, bersamaan dengan lonjakan 13.273 titik panas di Kalimantan Timur sepanjang 1 hingga 23 Agustus.
Ikhtiar spiritual menghadapi ancaman cuaca kering diwujudkan sekitar seribu jemaah yang terdiri atas masyarakat, pegawai Otorita, dan pelajar melalui Salat Istisqa di Jalan Grande, depan Istana Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Pesan refleksi keagamaan serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan disampaikan oleh Dosen Studi Islam UIN Samarinda, Rusdi Abdullah, selaku khatib ibadah tersebut.
“Intinya adalah bahwa kita harus kembali ke jalan yang telah ditetapkan Allah. Yang terutama sekali adalah bagaimana kita untuk banyak mohon ampun kepada Allah,” ujar Rusdi Abdullah, Jumat, (4/9/2026).
Turunnya rintik hujan di sejumlah lokasi di kawasan IKN disambut sebagai dorongan moral di tengah prakiraan BMKG terkait minimnya curah hujan di bawah 50 milimeter sepanjang September.
“Alhamdulillah, ini sudah terasa hujan turun. Mudah-mudahan ini dampak dari apa yang dilaksanakan oleh kaum muslimin di seluruh penjuru yang sudah melaksanakan Salat Istisqa, minta hujan,” katanya.
Secara teknis di udara, BMKG bersama OIKN, TNI AU, BNPB, dan Pemprov Kaltim telah mengintensifkan penyemaian awan guna mendongkrak elevasi cadangan air Waduk Sepaku dan memadamkan titik api yang sempat menyebarkan kabut asap hingga ke Sabah, Malaysia.
(Dok. Kementerian PU)
Prinsip optimalisasi potensi awan hujan buatan tersebut diuraikan secara detail oleh Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo.
“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya,” jelas Budi Harsoyo, Senin, (31/8/2026).
Operasi atmosfer di kawasan IKN yang bergulir pada 22 hingga 27 Agustus berhasil memicu presipitasi lokal sebelum tim memperluas penyemaian ke Kabupaten Berau.
Kesiagaan daerah menghadapi ancaman kekeringan di Kalimantan Timur ditegaskan melalui penetapan status Siaga Bencana oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, menyusul catatan Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 28 hari berturut-turut di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser.
Pemantauan ketat terhadap 200 titik api aktif terus digencarkan aparat gabungan TNI, Polri, dan BPBD dengan opsi menaikkan status menjadi Siaga Darurat bila sebaran api mendekati fasilitas vital ibu kota negara.