Tren pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda kian bergeser ke arah aset lindung nilai riil di tengah fluktuasi ekonomi global, Jumat, (16/10/2026). Logam mulia kini menjadi salah satu instrumen pilihan utama generasi Z guna menjaga ketahanan finansial masa depan dari ancaman inflasi.
Bagi investor pemula, pengelolaan portofolio emas memerlukan strategi terukur agar hasil yang didapatkan optimal melalui tahapan berikut:
- Pahami Selisih Harga dan Jangka Waktu Simpan
Emas batangan dirancang sebagai aset investasi jangka menengah hingga panjang dengan durasi simpan ideal minimal tiga hingga lima tahun. Pemahaman terhadap selisih harga beli dan harga jual kembali (buyback) atau spread sangat krusial agar tidak terjebak motif spekulatif jangka pendek yang berisiko merugi. - Terapkan Metode Pembelian Rutin Berkala
Pendekatan dollar cost averaging (DCA) menjadi langkah paling realistis bagi pemula dengan menyisihkan nominal tetap secara konsisten setiap bulan, misalnya Rp100.000 hingga Rp500.000. Strategi ini efektif meredam dampak volatilitas harga harian pasar tanpa perlu menebak waktu terbaik untuk membeli. - Pastikan Legalitas Platform dan Keamanan Penyimpanan
Transaksi emas secara digital wajib dilakukan melalui platform resmi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bappebti. Sementara untuk kepemilikan emas fisik, faktor keamanan tempat penyimpanan seperti brankas pribadi atau fasilitas safe deposit box perbankan harus dipersiapkan dengan matang guna meminimalkan risiko kehilangan.
(Memei)
