Amerika Serikat (AS) mengekspor 21.676,4 metrik ton biodiesel pada Agustus 2026, turun 66% dari Juli dan 39% dari Agustus 2025. Pada bulan yang sama, impor biodiesel AS mencapai 27.976,3 ton, sehingga volume impor melampaui ekspor sekitar 6.300 ton (perhitungan redaksi).
Data itu berasal dari USDA Foreign Agricultural Service (FAS) yang dirilis 6 Oktober 2026 dan dilaporkan Biodiesel Magazine serta InfoSAWIT. Angka mencakup biodiesel dan campuran biodiesel berkadar B30 atau lebih tinggi.
Dari sekitar tujuh negara tujuan, Kanada menerima 20.442,9 ton, sehingga menyerap sebagian besar ekspor bulan itu. Peru menerima 701,7 ton, dan Indonesia 247,1 ton.
Nilai ekspor Agustus tercatat US$41,22 juta, turun dari US$63,17 juta pada Juli dan US$45,24 juta pada Agustus 2025.
Baca Juga Iran Beri Trump Tiga Syarat Damai Atau Ancam Serang Aset Komersial AS
Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, ekspor biodiesel AS mencapai 170.123 ton senilai US$258,01 juta. Pada periode yang sama 2025, ekspor mencapai 218.330,2 ton senilai US$258,16 juta.
Volume ekspor turun sekitar 22% secara tahunan, sedangkan nilainya relatif tidak berubah.
Impor Agustus 2026 sebesar 27.976,3 ton naik hampir 1% dari Juli. Pada Agustus 2025, impor hanya 200,5 ton. Nilai impor mencapai US$46,21 juta, turun dari US$50,86 juta pada Juli tetapi jauh di atas US$306.000 pada Agustus 2025.
AS memperoleh pasokan dari sekitar enam negara. Spanyol menjadi pemasok terbesar dengan 12.930,2 ton, disusul Jerman 7.500 ton dan Belgia–Luksemburg 7.149,2 ton.
Baca Juga B50 Dibidik Jadi Pengganti Minyak Bumi, Kaltim Genjot Hilirisasi Sawit
Selama Januari–Agustus 2026, impor biodiesel AS mencapai 93.897,2 ton senilai US$159,65 juta.
Pada periode yang sama 2025, impor sebesar 55.946,9 ton senilai US$48,72 juta. Volume impor naik sekitar 68% secara tahunan, sedangkan nilainya lebih dari tiga kali lipat.
Ringkasan data
| Indikator |
Agustus 2026 |
Juli 2026 |
Agustus 2025 |
| Ekspor (ton) |
21.676,4 |
turun 66% (dari Juli) |
turun 39% (dari Agustus 2025) |
| Nilai ekspor (US$ juta) |
41,22 |
63,17 |
45,24 |
| Impor (ton) |
27.976,3 |
naik ±1% (dari Juli) |
200,5 |
| Nilai impor (US$ juta) |
46,21 |
50,86 |
0,306 |
| Januari–Agustus |
2026 |
2025 |
Perubahan |
| Ekspor (ton) |
170.123 |
218.330,2 |
turun ±22% |
| Nilai ekspor (US$ juta) |
258,01 |
258,16 |
relatif tetap |
| Impor (ton) |
93.897,2 |
55.946,9 |
naik ±68% |
| Nilai impor (US$ juta) |
159,65 |
48,72 |
lebih dari tiga kali lipat |
Posisi AS dan pasar minyak nabati
Meski ekspor melemah, secara kumulatif AS masih mengekspor lebih banyak biodiesel daripada mengimpor: selisihnya sekitar 76.200 ton untuk Januari–Agustus (perhitungan redaksi). Perubahan pada Agustus berarti pada bulan itu arus perdagangan berbalik.
Laporan sumber menyebut AS sebagai salah satu pasar energi terbarukan utama, sehingga perubahan arus perdagangannya dapat memengaruhi pasar biodiesel global.
Karena bahan bakar nabati terkait dengan permintaan minyak nabati, termasuk minyak kedelai dan minyak sawit sebagai bahan baku alternatif, perkembangan ini patut dicermati.
Laporan sumber tidak memuat analisis atau data yang menunjukkan dampaknya terhadap harga atau permintaan sawit Indonesia.
Baca Juga BRIN Sebut IKN Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant