Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Prabowo Kumpulkan Pengusaha Kadin di Hambalang, Laporkan Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Minggu, 1 November 2026 · 15:062 menit baca
Prabowo Kumpulkan Pengusaha Kadin di Hambalang, Laporkan Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun
Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pengurus Kadin dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10/2026). Presiden juga memberikan taklimat kepada sekitar 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu sore (31/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Kadin melaporkan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo.

Pertemuan dimulai dengan laporan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengenai hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026, yang digelar di Jakarta pada 29–30 Oktober.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden menerima laporan itu sekaligus menyampaikan arahan dan mendengarkan perkembangan investasi serta kontribusi sektor swasta dalam pembangunan nasional.

Rapimnas Kadin 2026 Tutup dengan Tiga Rekomendasi, Anindya Bakrie Usung “Buy from Indonesia”
Baca Juga

Rapimnas Kadin 2026 Tutup dengan Tiga Rekomendasi, Anindya Bakrie Usung “Buy from Indonesia”

“Mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional,” kata Teddy, dikutip Minggu (1/11/2026), merujuk pada capaian PMDN tersebut.

Teddy menambahkan, investasi domestik, termasuk keterlibatan pengusaha kelas menengah, turut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Anindya mengatakan besarnya investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah.

“Kalau dilihat, PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya.

Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor
Baca Juga

Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor

Dalam pertemuan itu, Kadin juga menyampaikan komitmen dunia usaha mendukung pengembangan industri masa depan. Sektor yang disebut meliputi kendaraan listrik (electric vehicle), energi terbarukan, dan pusat data (data center), yang menurut Anindya memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” imbuh Anindya.

Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah gejolak global. Ia merujuk pada penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menurutnya disampaikan tahun lalu.

“‘Indonesia continues to be the bright spot.’ Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia justru menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” kata Anindya.

Bagi peserta P3MDI, pertemuan itu menjadi kesempatan menerima arahan Presiden sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia dan pemimpin masa depan Indonesia.

(Ajau)