Raden Mas Djokomono Tirto Adi Soerjo mencatatkan namanya dalam sejarah nasional sebagai perintis industri penerbitan dan jurnalistik bumiputera. Sosoknya diakui secara resmi sebagai Bapak Pers Indonesia atas perannya mendirikan surat kabar Medan Prijaji pada 1907 di Bandung, Jawa Barat.
Penerbitan Medan Prijaji menjadi tonggak penting perjalanan pers nasional karena seluruh proses pengelolaan, pencetakan, hingga pengiklanan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat pribumi. Surat kabar tersebut menggunakan bahasa Melayu sebagai sarana komunikasi massa guna mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Keberanian tulisan-tulisan Tirto Adi Soerjo yang tajam dalam membela hak-hak rakyat membuatnya berulang kali berhadapan dengan sanksi pengasingan oleh otoritas kolonial. Langkah perjuangannya tidak hanya terbatas pada dunia jurnalistik, tetapi juga meluas ke ranah pergerakan nasional dengan mendirikan Sarekat Dagang Islamiyyah.
Metode jurnalistik yang diusungnya mengombinasikan pemberitaan faktual dengan pembelaan hukum gratis bagi warga miskin yang mengalami ketidakadilan sosial. Warisan pemikirannya di bidang jurnalistik terus menjadi fondasi etika pers yang mengedepankan keberpihakan pada kebenaran.
