Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

BNPB Rilis Laporan Penanganan Banjir, Angin Kencang, dan Kebakaran Lahan

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 27 Oktober 2026 · 14:012 menit baca
BNPB Rilis Laporan Penanganan Banjir, Angin Kencang, dan Kebakaran Lahan
Konsisi banjir yang melanda Kota Subulussalam, Provinsi Aceh pada Sabtu (24/10). (Dok. BPBD Kota Subulussalam)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data penanganan rangkaian bencana banjir, angin kencang, serta kebakaran lahan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia pada Selasa, (27/10/2026).

Angin kencang merusak sejumlah rumah warga yang berada di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada Minggu (25/10) (Dok. BPBD Kabupaten Enrekang)

Peristiwa banjir akibat luapan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit menerjang Desa Jabi-Jabi dan Desa Sigrun di Kecamatan Sultan Daulat, serta Desa Suak Jampak di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh. Berdasarkan hasil kaji cepat, banjir berdampak pada 342 kepala keluarga dan merendam 342 unit rumah warga dengan genangan yang masih bertahan di permukiman hingga Senin (26/10/2026).

Sementara itu, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda empat desa dan kelurahan di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada Minggu (25/10/2026). Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan atap pada 31 unit rumah warga di Kelurahan Kalosi, Kambiolangi, Desa Taulo, dan Desa Bolang, yang memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi sementara ke rumah kerabat.

Di lokasi lain, kebakaran menghanguskan satu hektare lahan kosong di Desa Salu Induk, Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Senin (26/10/2026) siang. Api dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.10 WITA oleh tim pemadam kebakaran bersama warga setempat tanpa timbulnya korban jiwa.

Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas
Baca Juga

Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas

Rangkaian imbauan kesiapsiagaan bagi pemerintah daerah dan warga di wilayah rawan bencana disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan angin kencang diimbau untuk membersihkan drainase lingkungan, memangkas dahan pohon yang rapuh dan memperkuat atap rumah,” kata Berton.

Pencegahan potensi maraknya titik api baru akibat kondisi vegetasi kering dan hembusan angin kencang ditegaskan lebih lanjut oleh pihak BNPB sebelum menutup keterangannya.

“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan mengingat kondisi kering dan angin kencang sangat mudah memicu perluasan api, serta segera melapor kepada BPBD setempat apabila terjadi potensi bencana di wilayahnya,” ulas keterangan tersebut.

(Tony)