Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan keluhkan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) hampir Rp2 triliun serta Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp1 triliun yang masih tertahan di pemerintah pusat. Penahanan dana pencairan tersebut memicu tekanan pada kondisi fiskal daerah hingga tingkat kabupaten dan kota dalam membiayai program pembangunan.
Keluhan terkait tertahannya alokasi pembiayaan daerah tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, (27/10/2026).
“Cuma ada satu permintaan kita, TKD kita kan masih ditahan nih. Hampir Rp 2 triliun dan DBH kita Rp 1 triliun. Mudah-mudahan di tahun-tahun depan sesegera mungkin DBH itu bisa dicairkan untuk daerah. Karena ini pembiayaannya memang betul-betul fiskal daerah juga enggak begitu baik-baik banget ya, termasuk kabupaten/kota,” ujar Ariadi.
Struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan dilaporkan masih sangat bergantung pada penerimaan sektor pajak kendaraan bermotor. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kalsel mengharapkan percepatan realisasi investasi dan penguatan kawasan industri demi menjaga daya beli serta kepatuhan wajib pajak masyarakat.

