Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Dampak Kabut Asap Karhutla, Pelaksanaan TKA 2026 di Kalteng Resmi Ditunda

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 27 Oktober 2026 · 15:282 menit baca
Dampak Kabut Asap Karhutla, Pelaksanaan TKA 2026 di Kalteng Resmi Ditunda
Disdik Kalteng dan Kemendikdasmen menunda TKA 2026 tingkat SMA ke November 2026 demi keselamatan murid dari ancaman kabut asap karhutla. (Dok. Dinas pendidikan Kalimantan Tengah)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyetujui usulan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menunda pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tingkat SMA/sederajat. Kebijakan pengalihan jadwal ke masa susulan tersebut diambil demi menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah tingginya paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dasar pengajuan usulan penundaan serta peluang waktu persiapan tambahan bagi para murid disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

“Untuk keselamatan murid, Disdik Kalteng satu-satunya yang mengusulkan penundaan TKA dan disetujui Kemendikdasmen, sehingga murid kita punya waktu persiapan belajar,” ujar Reza pada Sabtu, (24/10/2026).

Skema pengalihan jadwal ujian secara menyeluruh bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kalimantan Tengah dijelaskan lebih lanjut oleh perwakilan Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati. Berdasarkan keputusan resmi, jadwal pelaksanaan TKA yang semula bertepatan pada 26 Oktober 2026 dialihkan menjadi empat gelombang susulan, yakni Susulan I/Gelombang I pada 16–19 November 2026, Susulan II/Gelombang II pada 23–26 November 2026, serta Susulan Khusus I dan II Paket C pada 21–22 November dan 28–29 November 2026.

Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Capai 18.973 Hektar, Kalteng Terluas
Baca Juga

Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Capai 18.973 Hektar, Kalteng Terluas

Dukungan atas penundaan ujian serta harapan membaiknya kualitas udara diungkapkan oleh Ketua OSIS SMAN 1 Dusun Tengah, Sisionia Lovelya.

“Keputusan ini memberikan rasa aman dan kesempatan bagi murid untuk mempersiapkan TKA dengan lebih baik, sambil berharap kondisi lingkungan Kalteng segera membaik,” kata Sisionia.

Penilaian serupa mengenai ketepatan waktu penundaan di tengah krisis lingkungan disampaikan oleh Ketua OSIS SMAN 4 Laung Tuhup, Vrehskyla.

Massa Aliansi Kalteng Melawan Gelar Demo Jilid IV, Desak Penanganan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Baca Juga

Massa Aliansi Kalteng Melawan Gelar Demo Jilid IV, Desak Penanganan Karhutla Jadi Bencana Nasional

“Penundaan TKA ini sangat tepat dilakukan mengingat kondisi lingkungan saat ini belum mendukung,” tutur Vrehskyla.

Optimisme pemanfaatan tambahan waktu belajar demi kematangan persiapan akademik disuarakan oleh Ketua OSIS SMAN 1 Antang Kalang, Riko Stepano.

“Tambahan waktu ini akan kami manfaatkan secara maksimal untuk mematangkan persiapan belajar. Semoga karhutla segera mereda agar seluruh murid tetap sehat dan dapat mengikuti ujian dengan lancar,” ujar Riko.

Apresiasi atas langkah perlindungan keselamatan murid diutarakan oleh Ketua OSIS SMAN 1 Muara Teweh, Lintang Maylaffayza.

“Apresiasi kami sampaikan kepada pihak yang telah memperjuangkan penundaan ini demi memberikan rasa aman kepada murid,” puji Lintang.

Harapan senada terkait redanya paparan asap disampaikan oleh Ketua OSIS SMAN 3 Kasongan, Nur Syfa Aulia Rahmah.

10 Tahun Perjanjian Paris Karhutla Masih Kepung Kalimantan Koalisi PWYP Soroti Kegagalan Tata Kelola Pemerintah
Baca Juga

10 Tahun Perjanjian Paris Karhutla Masih Kepung Kalimantan Koalisi PWYP Soroti Kegagalan Tata Kelola Pemerintah

“Semoga kabut asap sudah benar-benar mereda ketika TKA dilaksanakan pada jadwal baru nanti,” kata Nur Syfa.

Peluang pendalaman materi dan latihan soal guna menembus perguruan tinggi impian dipaparkan oleh Ketua OSIS SMAN 1 Maliku, Anisa Qodriah.

“Tambahan waktu menjadi kesempatan untuk lebih mendalami materi dan berlatih mengerjakan soal TKA. Harapannya, semua murid dapat meraih hasil yang baik dan memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian,” harap Anisa.

Saran penyiapan langkah mitigasi teknis di ruang ujian berfasilitas pemurni udara (air purifier) jika asap belum reda diulas oleh salah satu orang tua siswa di Palangka Raya, Arimbi.

“Setidaknya dilakukan di ruang tertutup dengan fasilitas air purifier di dalam ruang ujian. Kondisi itu bikin anak-anak bisa ikut tes dengan tenang dan aman,” tandas Arimbi mengakhiri keterangannya.

(Hendrawan)