Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Capai 18.973 Hektar, Kalteng Terluas

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 26 Oktober 2026 · 10:191 menit baca
Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Capai 18.973 Hektar, Kalteng Terluas
BNPB mencatat luas lahan terbakar di tiga provinsi Kalimantan mencapai 18.973 hektar dengan Kalteng sebagai wilayah terdampak paling luas. (Dok. Akhmad)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang masih dalam penanganan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di wilayah Kalimantan mencapai total 18.973 hektar. Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar tertinggi dibandingkan daerah lainnya.

Rincian luasan wilayah terdampak serta data sebaran penanganan dipaparkan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

“Di Kalimantan Tengah dalam penanganan saat ini ada 16.097 hektar, ini yang paling tinggi. Di Kalimantan Selatan ada 1.506 hektar, Kalimantan Barat 1.370 hektar, sehingga total untuk tiga provinsi ini 18.973 hektar,” ujar Berton dalam konferensi pers daring, Jumat, (23/10/2026).

Pengerahan kekuatan personel gabungan sebanyak 38.772 orang di tiga wilayah provinsi tersebut disiagakan guna mempercepat proses pemadaman di lapangan. Sebaran personel terbagi menjadi 16.387 orang di Kalimantan Tengah, 11.458 orang di Kalimantan Barat, serta 7.927 orang di Kalimantan Selatan.

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng
Baca Juga

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng

Selain pengerahan personel darat, dukungan 35 armada udara turut disiapkan untuk memaksimalkan operasi penanganan bencana.

“Sebanyak 22 armada digunakan untuk water bombing dan 13 armada untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca,” kata dia.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sejauh ini baru dapat difokuskan di wilayah Kalimantan Tengah melalui penyemaian 5.000 kilogram dry ice dan 1.000 kilogram garam NaCl. Sementara itu, operasi penerbangan serupa di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat belum dapat dijalankan karena kondisi awan di kedua wilayah tersebut dinilai tidak mendukung.

(Tony)