Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 27 Oktober 2026 · 14:571 menit baca
Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas
Hujan deras mengguyur Kalsel dan Kalteng hasil operasi modifikasi cuaca, namun BMKG masih memantau belasan titik panas karhutla. (Dok. BMKG)

Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu (25/10/2026) hingga Senin (26/10/2026). Hujan tersebut turun di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar oleh TNI Angkatan Udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski intensitas hujan meningkat, BMKG masih mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) di kedua provinsi tersebut berdasarkan data Selasa, (27/10/2026). Peta Sebaran Titik Panas BMKG mencatat 11 titik panas di Kalimantan Tengah serta 5 titik panas di Kalimantan Selatan dengan tingkat kepercayaan kategori sedang.

Data pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan sebaran titik panas di Kalteng meliputi Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur. Sementara titik panas di wilayah Kalsel terdeteksi berada di Kabupaten Tapin dan Kotabaru.

Peran strategis pangkalan udara dalam memicu hujan buatan melalui penyemaian awan dipaparkan oleh Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Hilman L.P. Ambarita.

10 Tahun Perjanjian Paris Karhutla Masih Kepung Kalimantan Koalisi PWYP Soroti Kegagalan Tata Kelola Pemerintah
Baca Juga

10 Tahun Perjanjian Paris Karhutla Masih Kepung Kalimantan Koalisi PWYP Soroti Kegagalan Tata Kelola Pemerintah

“Hujan mengguyur deras pada hari Minggu (25/10) kemarin dan Senin di sejumlah wilayah Kalsel maupun Kalteng,” ujar Hilman.

Meskipun presipitasi telah membasahi sebagian area rawan, pemantauan dan pengawasan di lapangan ditekankan tetap berjalan karena status titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang memerlukan penanganan cepat. Imbauan agar warga tidak membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan potensi kebakaran turut disampaikan oleh pihak berwenang sebelum mengakhiri keterangannya.

(Tony)