PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengambil langkah taktis memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan dengan menggelar Pelatihan Pendampingan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga dan Penyuluhan Keamanan Pangan. Kegiatan strategis yang dipusatkan di Hotel Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lokal yang kerap terkendala legalitas edar dan standarisasi mutu.
Pembukaan pelatihan lintas sektor ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kubu Raya M. Norasari Arani, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya H. Wan Iwansyah, Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan Aprila Sarfandi, serta General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti.
Dalam pandangan korporasi, produk pangan lokal Kubu Raya sebenarnya telah memiliki kualitas rasa yang diminati pasar. Namun, ketiadaan izin resmi dan jaminan keamanan pangan menjadi tembok tebal yang membatasi ruang gerak produk lokal untuk menembus pasar ritel modern maupun skala yang lebih luas.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menegaskan bahwa intervensi legalitas melalui kepemilikan PIRT dan PKP merupakan kunci utama agar UMKM dapat naik kelas secara berkelanjutan.
“UMKM adalah pilar penting perekonomian masyarakat. Produk pangan lokal kita sudah baik dan disukai, tinggal kita lengkapi dengan izin edar dan jaminan keamanan pangan. Dengan memiliki PIRT dan PKP, produk kita tidak hanya aman dikonsumsi keluarga, tetapi juga semakin dipercaya, bisa masuk ke pasar yang lebih luas, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha,” ujar Maya Damayanti.
Program ini sekaligus mencerminkan model kolaborasi fungsional antarinstansi. Dalam skema sinergi tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia memegang peran fasilitasi dan pendampingan, Dinas Kesehatan Kubu Raya mengawal validasi standar higienitas serta keamanan pangan, sementara DKUKMPP membuka akses hilirisasi dan perluasan jangkauan pasar bagi produk binaan.
Menanggapi inisiatif korporasi tersebut, Kepala DKUKMPP Kabupaten Kubu Raya, M. Norasari Arani, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai kontribusi aktif pihak bandara sangat membantu kerja pemerintah daerah dalam menuntaskan problem legalitas usaha masyarakat agar siap berkompetisi secara terbuka. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelatihan, melainkan berlanjut pada pengawalan jangka panjang demi menjamin eksistensi dan keberlanjutan bisnis UMKM di Kubu Raya.
(Hendrawan)