Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Bulog Pangkalan Bun Salurkan 1.200 Ton Beras SPHP dan Perketat Pengawasan Pasar di Kobar

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Sabtu, 31 Oktober 2026 · 07:222 menit baca
Bulog Pangkalan Bun Salurkan 1.200 Ton Beras SPHP dan Perketat Pengawasan Pasar di Kobar
Ilustrasi – Bulog Pangkalan Bun telah menyalurkan 1.200 ton beras SPHP di Kobar serta memperketat pengawasan rutin guna mencegah praktik pengoplosan beras oleh pedagang. (Dok. Ist)

Kantor Cabang Bulog Pangkalan Bun memperketat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, guna mencegah praktik pengoplosan oleh oknum pedagang.

Sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kemitraan disiapkan bagi pedagang mitra yang terbukti mencampur beras SPHP dengan beras jenis lain untuk dijual sebagai beras harga premium. Sikap tanpa toleransi terhadap tindakan penyelewengan program stabilitas pangan tersebut ditegaskan oleh Pemimpin Cabang Bulog Pangkalan Bun Ricky Bagus Pratama.

“Kalau ada oknum yang mengoplos, langsung kita hentikan kemitraannya,” ujar Ricky Bagus Pratama saat ditemui di Pangkalan Bun, Jumat, (30/10/2026).

Sepanjang tahun 2026, total volume beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog Pangkalan Bun di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dilaporkan mencapai sekitar 1.200 ton melalui mekanisme pasar murah dan pedagang mitra.

Bandara Supadio Gelar Pelatihan Pendampingan SP-PIRT Dorong UMKM Kubu Raya
Baca Juga

Bandara Supadio Gelar Pelatihan Pendampingan SP-PIRT Dorong UMKM Kubu Raya

“Sepanjang 2026, penyaluran beras SPHP oleh Bulog Pangkalan Bun di wilayah Kobar tercatat mencapai sekitar 1.200 ton. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui pedagang mitra maupun kegiatan pasar murah,” kata Ricky Bagus Pratama.

Pembelian beras oleh pedagang eceran di pasar tradisional seperti Pasar Indrasari terpantau berada pada kisaran 10 hingga 20 karung per transaksi, sementara pemantauan ekstra difokuskan pada pengambil partai besar.

“Kita bisa cek di Pasar Indrasari dan pasar lainnya. Pedagang di sini rata-rata mengambil 10 sampai 20 kantong saja. Kalau yang mengambil partai besar, biasanya itu yang perlu menjadi perhatian,” tutur Ricky Bagus Pratama.

Faktor preferensi tekstur beras masyarakat lokal serta selisih harga jual beras SPHP yang ditetapkan sebesar Rp65.500 per kemasan lima kilogram turut dipaparkan oleh pihak Bulog.

Pemkab Kukar Tunggu Keputusan Pusat Soal Pelayanan Wilayah Delineasi IKN
Baca Juga

Pemkab Kukar Tunggu Keputusan Pusat Soal Pelayanan Wilayah Delineasi IKN

“Dari sisi harga, beras SPHP dijual Rp 65.500 sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara dalam kegiatan pasar murah, harganya dapat mencapai Rp 65.000 sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau,” terang Ricky.

Inspeksi mendadak serta pemantauan rutin ke pasar-pasar tradisional dijadwalkan secara berkala setiap hari Senin dan Rabu guna memastikan tidak terjadi praktik pengoplosan beras SPHP di Kotawaringin Barat.

(Tony)