Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Kebakaran Hutan dan Lahan di KIPP Ibu Kota Nusantara Capai 92 Hektare

Memei
Memei
Jumat, 30 Oktober 2026 · 17:112 menit baca
Kebakaran Hutan dan Lahan di KIPP Ibu Kota Nusantara Capai 92 Hektare
Karhutla melanda KIPP IKN seluas 92 hektare. Otorita IKN pastikan pemadaman di area Istana Negara dan pusat pemerintahan tetap terkendali. (Dok. OIKN)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan total area terdampak mencapai 92 hektare.

Penanganan karhutla di wilayah delineasi IKN dipastikan tetap terkendali dan seluruh area yang terdampak telah ditangani oleh tim gabungan. Kondisi penanganan karhutla di kawasan tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN Lazuardi Nasution.

“Luasan yang terbakar atau terdampak di KIPP sekitar 92 hektare. Area tersebut sudah tertangani dengan baik,” ujar Lazuardi Nasution, Kamis, (29/10/2026).

Secara keseluruhan, wilayah delineasi IKN yang mencakup area seluas kurang lebih 252 ribu hektare mencatat total dampak kebakaran seluas 1.600 hektare. Kepastian mengenai kondisi keamanan dan keterkendalian situasi di kawasan inti maupun delineasi IKN dijelaskan lebih lanjut olehnya.

Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, OIKN Gelar Aksi Donor Darah Rutin Pegawai
Baca Juga

Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, OIKN Gelar Aksi Donor Darah Rutin Pegawai

“Untuk secara deliniasi IKN, kurang lebih 252 ribu hektare dengan luas kebakaran sudah terdampak sekitar 1.600 hektare ini sudah tertangani juga dengan baik. Jadi, secara deliniasi IKN dan juga secara khususnya di KIPP bisa saya sampaikan masih terkendali saat ini,” jelas Lazuardi Nasution.

Penyiagaan personel secara intensif difokuskan di area KIPP mengingat keberadaan objek vital nasional seperti Istana Negara serta proyek pembangunan gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pertimbangan fokus pengamanan di pusat pemerintahan tersebut dipaparkan oleh pihak Otorita IKN.

“Langkah penanganan khususnya di KIPP, menjadi pusat perhatian karena ada Istana Negara dan pekerjaan pembangunan gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang masih berjalan,” kata Lazuardi Nasution.

Skema penanganan kebakaran di KIPP dibagi ke dalam tiga subcluster, yakni 1A, 1B, dan 1C, dengan penyiagaan sistem piket bergilir (shift) setiap delapan jam. Mekanisme pembagian kerja dan alokasi personel pemadam diungkapkan olehnya.

Pemkot Balikpapan Dorong Peningkatan Daya Saing Pemuda Menghadapi Pembangunan IKN
Baca Juga

Pemkot Balikpapan Dorong Peningkatan Daya Saing Pemuda Menghadapi Pembangunan IKN

“Ada tiga zona subcluster yang dibagi ke dalam beberapa kelompok piket. Masing-masing anggota yang piket itu melakukan shift selama delapan jam,” terang Lazuardi Nasution.

Sebanyak 40 personel yang terdiri dari unsur Otorita IKN, Brimob, Reskrim, dan pekerja konstruksi dikerahkan dalam setiap pergeseran tugas pemadaman.

Dukungan armada pemadam kebakaran juga dikerahkan dari wilayah sekitar, mencakup Penajam Paser Utara (PPU), Samboja, dan Maridan untuk mengantisipasi potensi kebakaran berskala besar di area KIPP.

“Kita juga mendapatkan bantuan dari wilayah sekitar apabila ada kejadian-kejadian luar biasa atau kebakaran besar di kawasan KIPP,” pungkas Lazuardi Nasution.

(Memei)