Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

IHSG Anjlok 3,49 Persen dan Anggaran MBG Kalbar Capai Rp2,21 Triliun

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 30 Oktober 2026 · 16:112 menit baca
IHSG Anjlok 3,49 Persen dan Anggaran MBG Kalbar Capai Rp2,21 Triliun
IHSG anjlok 3,49% ke level 5.098 sementara realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis di Kalbar tembus Rp2,21 triliun meski terdampak karhutla. (Dok. Ist)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,49 persen hingga menyentuh level sekitar 5.098 pada penutupan perdagangan Kamis, (29/10/2026).

Pelemahan yang melanda seluruh 11 sektor pasar modal tersebut terjadi di tengah pergerakan nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang berada di level Rp18.128 per dolar AS.

Kondisi pasar modal dan dinamika moneter tersebut disampaikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dalam ringkasan strategis harian pada Jumat, (30/10/2026).

Implikasi koreksi pasar ekuitas terhadap skema pembiayaan korporasi serta perlunya penghitungan ulang kebutuhan kas bagi entitas bisnis pengimpor barang dianalisis oleh pihak Kadin Kalbar.

Pemerintah Pusat Salurkan Rp10 Miliar per Kabupaten/Kota di Kalsel untuk Penanganan Karhutla
Baca Juga

Pemerintah Pusat Salurkan Rp10 Miliar per Kabupaten/Kota di Kalsel untuk Penanganan Karhutla

“Perusahaan yang memakai saham sebagai agunan atau mencari pendanaan pasar perlu menilai ulang ruang jaminan, covenant, dan jadwal pendanaan. Importir dan peminjam USD harus menghitung kebutuhan kas dengan kurs transaksi aktual serta skenario volatilitas,” tulis Kadin Kalbar, seperti dikutip dari laporan resminya, Jumat, (30/10/2026).

Di sektor domestik regional, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat periode Januari hingga September 2026 dilaporkan telah menyerap dana sebesar Rp2,21 triliun.

Pencapaian realisasi program yang disalurkan melalui 566 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta melibatkan 22.560 tenaga kerja tersebut dipaparkan oleh Kanwil DJPb Kalbar.

Namun, penurunan realisasi bulanan pada September 2026 yang tercatat sebesar Rp58 miliar turun signifikan dibanding puncak penyaluran Januari sebesar Rp391 miliar—diidentifikasi akibat penghentian sementara operasional sekolah tatap muka.

Survei Ekonom LPEM UI: MBG dan Koperasi Merah Putih Berisiko
Baca Juga

Survei Ekonom LPEM UI: MBG dan Koperasi Merah Putih Berisiko

Dampak Bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memaksa sekolah beralih ke sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) dijelaskan lebih lanjut oleh otoritas keuangan daerah.

Sebanyak 15 SPPG dilaporkan sempat menghentikan operasional sementara waktu akibat pengalihan sistem belajar sekolah tersebut. Pentingnya pemetaan rantai pasok lokal serta penyiapan rencana mitigasi keberlanjutan usaha bagi UMKM pangan saat terjadi gangguan cuaca ditekankan kembali oleh Kadin Kalbar.

“Permintaan rutin program berpotensi membuka pasar bagi petani, pengolah pangan, katering, dan logistik lokal. Namun nilai kontrak pemasok daerah, ketepatan pembayaran, jumlah SPPG aktif, serta porsi belanja lokal belum tersedia,” terang Kadin Kalbar.

Penilaian menyeluruh terhadap risiko pembiayaan dan potensi pemutusan arus kas pemasok lokal akibat dampak bencana lingkungan menjadi fokus evaluasi pelaku usaha di Kalimantan Barat.

(Dayank Ana)