Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Smart & Green City

Seribu Bibit Pohon Endemik Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran Tahura Bukit Soeharto

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 1 November 2026 · 15:582 menit baca
Seribu Bibit Pohon Endemik Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran Tahura Bukit Soeharto
Peserta penanaman 1.000 bibit pohon di lahan bekas kebakaran Tahura Bukit Soeharto, kilometer 47 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/10/2026), tampak dari udara. Kegiatan ini digelar Otorita IKN bersama komunitas Borneo Kind. Foto: Humas Otorita IKN.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan komunitas Borneo Kind menanam 1.000 bibit pohon di lahan bekas kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, Sabtu (31/10/2026).

Penanaman di kilometer 47 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan itu menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan pascakebakaran.

Bibit yang ditanam terdiri atas pohon kayu-kayuan endemik Kalimantan, yaitu balangeran, bangris, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, dan meranti. Panitia juga menanam durian sebagai jenis tanaman multiguna (Multi Purpose Tree Species/MPTS).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan penanaman pohon perlu dilakukan konsisten, bukan sekadar seremoni. Ia menyebut Otorita IKN menjadikan penanaman pohon bagian dari kegiatan rutin.

Kecerdasan Buatan Tak Bekerja Baik Tanpa Data Rapi, BPS Beri Penguatan kepada Pegawai Otorita IKN
Baca Juga

Kecerdasan Buatan Tak Bekerja Baik Tanpa Data Rapi, BPS Beri Penguatan kepada Pegawai Otorita IKN

“Kami di Otorita IKN sudah menjadi lifestyle. Bukan seremonial. Saya boleh challenge, kami dua minggu sekali nanam pohon di Otorita IKN. Makanya kami sangat mendukung dan terlibat dalam kegiatan Borneo Kind ini,” kata Basuki.

Menurut Basuki, memulihkan hutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Kami sendiri tidak akan sanggup, tidak akan efektif, (instansi) kehutanan sendiri tidak akan efektif, Borneo (kind) sendiri mungkin juga harus berkolaborasi dengan yang lain. Jadi saya kira kerja sama ini harus kita teruskan. Saya ingin Kalimantan Timur menanam pohon menjadi lifestyle,” ujarnya.

Ketua Borneo Kind Wawan Irawan mengatakan komunitasnya semula kelompok kreator konten, lalu membuka keterlibatan lebih luas bagi masyarakat untuk menanggapi isu lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sepak Bola Usia Muda Tak Hanya di Jawa, PSSI Bawa Pemain Piala Soeratin ke IKN
Baca Juga

Sepak Bola Usia Muda Tak Hanya di Jawa, PSSI Bawa Pemain Piala Soeratin ke IKN

“Saya adalah seorang konten creator dipercaya teman-teman memimpin Borneo Kind, Borneo Kind itu sebetulnya adalah komunitas konten creator tapi sekarang sudah menyebar masyarakat boleh ikut menanggapi isu-isu lingkungan seperti isu karhutla. Hari ini adalah bagian dari bagian kita melawan isu Karhutla yaitu dengan cara menanam pohon,” kata Wawan.

Wawan menyebut dampak paling dirasakan masyarakat Kalimantan dari karhutla adalah asap.

“Kenapa kita harus peduli dengan isu karhutla ini? Pertama adalah Karhutla ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi kita masyarakat khususnya di Kalimantan dampak negatif yang paling kita rasakan adalah asapnya itu,” ujarnya.

Kegiatan di Bukit Soeharto menjadi bagian pertama dari gerakan bertema “Save Our Forest” yang direncanakan berlanjut.

“Borneo Kind temanya Save Our Forest ini enggak cuma hari ini aja. Jadi kami akan terus continue akan berkelanjutan ini baru volume satu. Akan ada volume dua, volume tiga, volume empat, khusus untuk Save Forest ini,” kata Wawan.

Wawan berharap hutan Kalimantan, khususnya di Tahura yang berstatus kawasan konservasi, dapat pulih.

Hotspot Nasional Naik Jadi 160 Titik, Api di Gambut Sebangau dan Tanjung Puting Belum Padam
Baca Juga

Hotspot Nasional Naik Jadi 160 Titik, Api di Gambut Sebangau dan Tanjung Puting Belum Padam

“Saya berharap Kalimantan itu hutannya bisa kembali seperti semula lagi, khususnya di Tahura, ini adalah wilayah konservasi dimana banyak ekosistem hayatinya, satwa flora dan faunanya bisa kembali seperti dulu lagi,” ujarnya.

Basuki juga menekankan pentingnya tindakan nyata menjaga hutan.

“Alam adalah ibu, bila engkau menyakitinya engkau akan kehilangan pelukan terhangat dalam hidupmu. Jadi saya kira save our forest is a must. Jangan jadikan slogan saja tapi is a must. Save our forest is a must kita teruskan,” kata Basuki.

Sebelumnya, Otorita IKN menyebut dari sekitar 1.600 hektare lahan di wilayah IKN yang terbakar sepanjang Juli–Oktober 2026, sekitar 900–1.000 hektare berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto.

Otorita IKN dan Borneo Kind berharap kerja sama pemulihan kawasan ini terus berlanjut.

(Toni)