Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Urus Pajak Tanpa Antre, Pemkot Pontianak Hadirkan Mesin KiosK ePonti

Memei
Memei
Minggu, 18 Oktober 2026 · 16:052 menit baca
Urus Pajak Tanpa Antre, Pemkot Pontianak Hadirkan Mesin KiosK ePonti
Pemkot Pontianak menghadirkan mesin layanan mandiri KiosK ePonti di pusat perbelanjaan dan PTSP guna mempermudah pembayaran pajak serta administrasi publik. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak memperluas akses urusan administrasi dan pembayaran pajak daerah melalui peluncuran mesin layanan mandiri KiosK ePonti di area publik, Minggu, (18/10/2026). Pengoperasian sarana digital ini disiapkan agar warga dapat menyelesaikan berbagai transaksi resmi secara mandiri tanpa harus mendatangi kantor instansi maupun mengantre di hadapan petugas loket fisik.

Penempatan mesin anjungan mandiri di pusat keramaian dan gerai perizinan terpadu dipaparkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Jangan hanya melayani masyarakat di kantor. Kalau bisa kita hadirkan di ruang-ruang publik. Alat-alat seperti mesin e-Ponti kita tempatkan di kios e-Ponti, di Mega Mall, kemudian di PTSP,” ujarnya.

Polda Kalbar Buka Layanan Interaktif di CFD Pontianak
Baca Juga

Polda Kalbar Buka Layanan Interaktif di CFD Pontianak

Kemudahan bertransaksi tanpa batas ruang fisik dan jam operasional birokrasi konvensional dinilai menjadi sasaran utama pengoperasian sistem mandiri ini.

“Artinya tidak ada alasan masyarakat sulit untuk melakukan transaksi. Pelayanannya harus semakin dekat, semakin mudah dan semakin cepat,” katanya.

Prinsip kehati-hatian dalam adopsi transaksi digital tetap ditekankan oleh Edi agar kebijakan sistemik tidak mengecualikan warga yang belum memiliki telepon pintar maupun rekening bank pendukung transaksi daring.

“Kalau langsung dipaksa menggunakan QRIS, ada masyarakat yang mungkin tidak punya tabungan atau tidak menggunakan telepon pintar. Jadi kita harus melihat kondisi masyarakat juga,” jelasnya.

Perkuat Ketahanan Moral, Wagub Kalbar Ajak Perempuan Awasi Penggunaan Gawai
Baca Juga

Perkuat Ketahanan Moral, Wagub Kalbar Ajak Perempuan Awasi Penggunaan Gawai

Pemberlakuan transaksi nontunai secara bertahap diarahkan pemkot melalui opsi kartu uang elektronik serta kolaborasi edukasi bersama industri perbankan bagi pelaku usaha mikro. Pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“QRIS tetap harus terus kita galakkan, terutama untuk UMKM. Tetapi prosesnya harus dibina dan diperluas secara bertahap supaya semua bisa ikut,” ujarnya.

Dukungan Bank Indonesia dalam mendampingi integrasi sistem keuangan daerah diakui turut mengantarkan Kota Pontianak meraih apresiasi penilaian percepatan digitalisasi daerah. Esensi utama pelayanan publik yang berfokus pada kemudahan akses warga digarisbawahi kembali sebelum mengakhiri arahan.

“Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana digitalisasi ini benar-benar membuat pelayanan publik lebih cepat dan masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan,” pungkasnya.

(Memei)