Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Kota Penyangga IKN Alami Krisis Air Bersih, Pemerintah Dorong Opsi Desalinasi

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 18 Oktober 2026 · 15:422 menit baca
Kota Penyangga IKN Alami Krisis Air Bersih, Pemerintah Dorong Opsi Desalinasi
Kota penyangga IKN Balikpapan mengalami krisis air bersih, pemerintah dorong solusi desalinasi air laut hingga pemanfaatan air payau pesisir. (Dok. Setpres)

Krisis air bersih melanda kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, hingga memaksa masyarakat mengantre dan bergantian untuk mendapatkan pasokan air, Minggu, (18/10/2026). Keterbatasan cadangan air baku di tengah lonjakan populasi dan aktivitas industri tersebut mendorong pemerintah menyiapkan skema penyediaan sumber air alternatif lintas wilayah.

Kondisi defisit air baku di kota penopang pusat pemerintahan baru tersebut disoroti langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis, (15/10/2026).

“Di Balikpapan, kota besar yang seharusnya modern dan menjadi penyangga Ibukota IKN di Kalimantan Timur itu, kesulitan air bersih. Dan mereka harus bergantian warganya untuk mendapatkan air bersih,” ungkap Agus Harimurti Yudhoyono.

Peningkatan kebutuhan air secara agregat dipaparkan dalam penjelasannya sebagai landasan urgensi perburuan sumber pasokan baru.

Progres Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Baca Juga

Progres Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen

“Kami membahas bagaimana kita bisa menghadirkan berbagai alternatif air yang bersih, untuk kebutuhan yang semakin besar dari waktu ke waktu, baik kebutuhan daerah maupun secara nasional,” kata Agus.

Penerapan teknologi desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar disiapkan pemerintah guna memecahkan kelangkaan air di pulau-pulau kecil serta wilayah pesisir yang minim sumber air permukaan. Sasaran prioritas proyek desalinasi tersebut ditegaskan kembali dalam arahannya.

“Mari kita mulai kembangkan desalinasi air laut. Ini khususnya untuk pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai,” ujarnya.

Selain desalinasi laut, pemerintah mengarahkan pemanfaatan instalasi pengolahan air payau bersalinitas rendah di wilayah pesisir Kalimantan dan kawasan Pantai Utara Jawa karena konsumsi energinya yang dinilai lebih efisien. Rencana teknis pengolahan air payau tersebut dirinci lebih lanjut oleh Agus.

Bukan Cuma Gedung Pemerintah, IKN Bakal Punya Peternakan Ayam dan Showroom Mebel Jepara
Baca Juga

Bukan Cuma Gedung Pemerintah, IKN Bakal Punya Peternakan Ayam dan Showroom Mebel Jepara

“Pengelolaan air payau ini ditujukan khususnya untuk daerah pesisir dengan salinitas yang rendah. Kebutuhan energinya lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut, sehingga bisa didahulukan, khususnya di Pantura Jawa dan pesisir Kalimantan,” tutur dia.

Kajian eksplorasi cadangan air tawar bawah laut di lepas pantai turut dimasukkan dalam agenda jangka panjang pemerintah. Tahapan verifikasi ilmiah sebelum masuk ke studi kelayakan komersial dibeberkan dalam pernyataan penutupnya.

“Cadangan air tawar lepas pantai yang masih pada tahap pemetaan, ini perlu survei geologi dan hidrografi bersama sebelum kita masuk tahap feasibility study,” kata Agus.

Penyediaan aneka sumber air nonkonvensional tersebut ditargetkan dapat menjamin ketahanan pasokan air masyarakat serta menopang percepatan pembangunan kawasan penyangga ibu kota baru.

(Tony)