Krisis air bersih melanda kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, hingga memaksa masyarakat mengantre dan bergantian untuk mendapatkan pasokan air, Minggu, (18/10/2026). Keterbatasan cadangan air baku di tengah lonjakan populasi dan aktivitas industri tersebut mendorong pemerintah menyiapkan skema penyediaan sumber air alternatif lintas wilayah.
Kondisi defisit air baku di kota penopang pusat pemerintahan baru tersebut disoroti langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis, (15/10/2026).
“Di Balikpapan, kota besar yang seharusnya modern dan menjadi penyangga Ibukota IKN di Kalimantan Timur itu, kesulitan air bersih. Dan mereka harus bergantian warganya untuk mendapatkan air bersih,” ungkap Agus Harimurti Yudhoyono.
Peningkatan kebutuhan air secara agregat dipaparkan dalam penjelasannya sebagai landasan urgensi perburuan sumber pasokan baru.

