Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Gaya Hidup

Kalah Pamor dari Sawit, Ini Keistimewaan Kayu dan Buah Tengkawang Kalimantan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 19 Oktober 2026 · 10:302 menit baca
Kalah Pamor dari Sawit, Ini Keistimewaan Kayu dan Buah Tengkawang Kalimantan
Mengenal pohon tengkawang, flora endemik Kalimantan penghasil kayu meranti kokoh dan minyak buah berharga mahal yang kini tersisih ekspansi sawit. (Dok. Itmybase/via x)

Perubahan lanskap Kalimantan kini cenderung didominasi perkebunan kelapa sawit yang dikenal luas sebagai bahan baku minyak goreng. Kerap dianggap pohon karena tajuk daunnya yang rimbun, sawit sejatinya merupakan tanaman dari famili palma (Arecaceae). Sementara itu, pedalaman Pulau Borneo sesungguhnya memiliki pohon hutan endemik sejati penghasil minyak bernilai tinggi, yakni tengkawang (Shorea spp.). Di tengah kepungan monokultur palma, vegetasi raksasa dari famili Dipterocarpaceae ini menyimpan potensi luar biasa, baik dari kekuatan kayunya hingga harga minyak buahnya yang jauh lebih bernilai di pasar global.

Mengenal pohon tengkawang membuka wawasan tentang kekayaan botani lokal yang memadukan fungsi ekologis dan nilai ekonomi tinggi:

Karakteristik Kayu Meranti yang Kokoh
Secara taksonomi kehutanan, pohon tengkawang tergolong dalam rumpun meranti merah. Batangnya mampu menjulang hingga 50 meter dengan lingkar diameter batang yang masif, menghasilkan kayu berkerapatan tinggi yang tahan cuaca dan serangan rayap. Dalam arsitektur tradisional masyarakat pedalaman, kayu tengkawang menjadi andalan tiang penyangga rumah panggung, lantai papan, kusen, perahu lesung, hingga bantalan jembatan.

Karhutla Kalimantan: Ini Respons Kontroversial Para Gubernur dan Sorotan Rekam Jejaknya
Baca Juga

Karhutla Kalimantan: Ini Respons Kontroversial Para Gubernur dan Sorotan Rekam Jejaknya

Buah Bersayap Penghasil Lemak Nabati Bernilai Tinggi
Keunikan tanaman ini tampak pada struktur buahnya yang dilengkapi sayap melingkar menyerupai baling-baling helikopter mini, memudahkan penyebaran biji oleh angin ketika gugur. Bagian inti biji tengkawang menghasilkan minyak padat yang di pasar internasional dikenal sebagai illipe butter atau mentega tengkawang. Lemak nabati alami ini memiliki karakter leleh yang sangat stabil serta komposisi kimia yang mampu menyaingi kualitas lemak kakao (cocoa butter).

Komoditas Kosmetik Dunia dan Pangan Tradisional
Karena kelembapan alaminya yang unggul, mentega tengkawang dihargai tinggi sebagai bahan formulasi kosmetik global, mulai dari pembuatan lipstik, losion, hingga sabun premium. Bagi komunitas lokal di Kalimantan Barat, lemak nabati ini juga dimanfaatkan sebagai minyak goreng alami, bahan campuran penganan adat, hingga penyedap aroma gurih saat disendokkan langsung ke atas sepiring nasi hangat.

Peneliti Kayu Indonesia Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Bioekonomi dan Bambu untuk Bangunan Modern
Baca Juga

Peneliti Kayu Indonesia Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Bioekonomi dan Bambu untuk Bangunan Modern

Benteng Ekologis Sistem Tembawang
Pohon tengkawang umumnya tumbuh di kawasan kebun hutan adat (tembawang) yang dilindungi hukum adat Dayak secara ketat. Tradisi melarang penebangan tengkawang produktif menjaga fungsi tegakan pohon ini sebagai penjaga tata air tanah, penahan erosi di daerah aliran sungai, sekaligus penyerap karbon alami di tengah deforestasi hutan tropis.

(Dayank Ana)