Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 19 Oktober 2026 · 14:491 menit baca
Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung
BNPB mencatat kejadian karhutla melanda tiga provinsi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Bangka Belitung yang membakar perkebunan dan lahan semak. (Dok. BPBD Kabupaten Parigi Moutong)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Kepulauan Bangka Belitung, Senin, (19/10/2026). Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan belasan hektare area semak belukar hingga perkebunan produktif milik warga.

(Dok. BPBD Kabupaten Parigi Moutong)

Di Sulawesi Tengah, amukan api membakar dua hektare kebun kakao dan cengkih di Dusun IV, Desa Lembah Bomban, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu, (18/10/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Kobaran api berhasil dipadamkan tiga jam kemudian lewat pengerahan personel gabungan BPBD, Satpol PP, dan warga setempat. Pada hari yang sama, kebakaran lahan seluas dua hektare juga terjadi di Kelurahan Labia Bae, Kecamatan Ampana serta Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Peristiwa karhutla turut dilaporkan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Minggu, (18/10/2026) yang menghanguskan satu hektare area lahan. Wilayah Sidrap sendiri masih berada dalam masa perpanjangan status keadaan darurat bencana kekeringan serta karhutla selama 60 hari hingga 1 November 2026 berdasarkan ketetapan bupati setempat.

(Dok. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una)

Sementara di Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran seluas 2,22 hektare melanda Desa Padang di Kecamatan Manggar serta Desa Selingsing di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur sejak Sabtu, (17/10/2026). Operasi pendinginan area baru tuntas pada malam hari guna mengantisipasi rambatan api ke arah permukiman masyarakat.

OTT di BNPB: Bencana Moral di Tengah Bencana Ekologis
Baca Juga

OTT di BNPB: Bencana Moral di Tengah Bencana Ekologis

Kewaspadaan kolektif masyarakat terhadap potensi penyebaran titik api di tengah cuaca kering ditekankan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.

“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke permukiman maupun area sekitarnya,” ujar Berton Panjaitan.

(Rudi)