Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Warga Batu Ampar Geruduk Kantor Camat Tuntut Pemerataan Layanan Dasar Namun Tak di Tanggapi

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 21 Oktober 2026 · 11:322 menit baca
Warga Batu Ampar Geruduk Kantor Camat Tuntut Pemerataan Layanan Dasar Namun Tak di Tanggapi
Warga pesisir dan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Camat Batu Ampar menuntut pemenuhan listrik dan BBM, mengancam aksi ke Pemkab Kubu Raya usai pejabat mangkir. (Dok. Dok. Sulthan Daulad Akbar)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Kamerad Serpades, Solmadapar, bersama elemen masyarakat pesisir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan mendalam atas ketimpangan serta minimnya kualitas pelayanan kebutuhan dasar, seperti kelistrikan dan pasokan bahan bakar, yang dirasakan warga desa setempat selama bertahun-tahun.

Untuk mencapai titik aksi di kawasan pesisir yang berjarak sekitar 80 hingga 110 kilometer dari pusat Kota Pontianak ini, massa dan pelintas harus menempuh perjalanan kombinasi darat serta sungai atau laut selama 3 hingga 5 jam menggunakan speedboat atau kapal motor. Kendati berada di wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian khusus, jalannya aksi unjuk rasa justru diwarnai kekecewaan akibat mangkirnya para pemangku kebijakan.

Pihak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, PT PLN, maupun Pertamina yang sebelumnya diharapkan hadir untuk berdialog secara terbuka dan mencari solusi bersama justru tidak menampakkan diri di lokasi. Padahal, pihak aliansi telah melayangkan undangan resmi jauh-jauh hari agar para pemangku kepentingan dapat turun langsung mendengar jeritan warga.

Koordinator Lapangan Aksi, Sulthan Daulad Akbar, menyayangkan sikap para pejabat dan instansi terkait yang dinilai acuh tak acuh terhadap persoalan riil di tengah masyarakat desa.

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak
Baca Juga

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak

“Kami telah melampirkan surat undangan resmi kepada pihak-pihak terkait agar dapat hadir dan memberikan penjelasan sekaligus mencari solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat desa-desa di Kecamatan Batu Ampar,” ujar Sulthan dalam keterangan tertulisnya. 

Sulthan melontarkan kritik tajam terhadap absennya pemerintah yang dinilai hanya responsif saat mendulang suara politik, namun mengabaikan masyarakat ketika krisis pelayanan dasar terjadi di tingkat tapak.

“Rakyat sedang membutuhkan pemerintah untuk hadir, menjawab, dan mencarikan solusi yang solutif bagi masyarakat desa-desa di Kecamatan Batu Ampar. Tapi mereka hadir ketika hanya butuh suara, ketika rakyat bersuara mereka menjadi tunarungu bahkan tunanetra,” tegasnya.

Menanggapi sikap abai para pejabat di tingkat kecamatan, aliansi mahasiswa dan masyarakat menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti di sini. Sebagai bentuk eskalasi gerakan, massa berencana mendatangi langsung pusat pemerintahan kabupaten dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Sekda Pontianak Dorong Pengelolaan BLUD Lebih Mandiri dan Akuntabel
Baca Juga

Sekda Pontianak Dorong Pengelolaan BLUD Lebih Mandiri dan Akuntabel

“Kami akan datang dengan eskalasi massa yang lebih besar ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan melakukan aksi lanjutan. Kami berharap pihak terkait berani sebagai pemimpin untuk datang menghampiri masyarakat dan membahas persoalan yang ada,” pungkas Sulthan.

(Hendrawan)