Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Kamerad Serpades, Solmadapar, bersama elemen masyarakat pesisir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan mendalam atas ketimpangan serta minimnya kualitas pelayanan kebutuhan dasar, seperti kelistrikan dan pasokan bahan bakar, yang dirasakan warga desa setempat selama bertahun-tahun.
Untuk mencapai titik aksi di kawasan pesisir yang berjarak sekitar 80 hingga 110 kilometer dari pusat Kota Pontianak ini, massa dan pelintas harus menempuh perjalanan kombinasi darat serta sungai atau laut selama 3 hingga 5 jam menggunakan speedboat atau kapal motor. Kendati berada di wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian khusus, jalannya aksi unjuk rasa justru diwarnai kekecewaan akibat mangkirnya para pemangku kebijakan.
Pihak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, PT PLN, maupun Pertamina yang sebelumnya diharapkan hadir untuk berdialog secara terbuka dan mencari solusi bersama justru tidak menampakkan diri di lokasi. Padahal, pihak aliansi telah melayangkan undangan resmi jauh-jauh hari agar para pemangku kepentingan dapat turun langsung mendengar jeritan warga.
Koordinator Lapangan Aksi, Sulthan Daulad Akbar, menyayangkan sikap para pejabat dan instansi terkait yang dinilai acuh tak acuh terhadap persoalan riil di tengah masyarakat desa.

