Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti maraknya praktik penyelewengan dan pelarian kekayaan sumber daya alam (SDA) ke luar negeri saat memimpin Sidang Kabinet menyambut dua tahun masa pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (22/10/2026). Penyelewengan yang dibiarkan tanpa tindakan tegas selama bertahun-tahun dinilai telah merugikan perekonomian nasional.
Bentuk pembiaran terhadap manipulasi sistemik yang merugikan keuangan negara tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo.
“Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu,” kata Prabowo.
Sejumlah komoditas vital seperti timah, batu bara, emas, hingga barang bersubsidi berupa bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk dirinci olehnya sebagai komoditas yang kerap diselundupkan.

