Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 23 Oktober 2026 · 08:471 menit baca
Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebocoran SDA dan memerintahkan ekspor komoditas strategis dilakukan satu pintu melalui Danantara. (Dok. Sekretariat Presiden)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti maraknya praktik penyelewengan dan pelarian kekayaan sumber daya alam (SDA) ke luar negeri saat memimpin Sidang Kabinet menyambut dua tahun masa pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (22/10/2026). Penyelewengan yang dibiarkan tanpa tindakan tegas selama bertahun-tahun dinilai telah merugikan perekonomian nasional.

Bentuk pembiaran terhadap manipulasi sistemik yang merugikan keuangan negara tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo.

“Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu,” kata Prabowo.

Sejumlah komoditas vital seperti timah, batu bara, emas, hingga barang bersubsidi berupa bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk dirinci olehnya sebagai komoditas yang kerap diselundupkan.

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
Baca Juga

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Ancaman praktik ilegal tersebut terhadap kelangsungan industri dan stabilitas ekonomi nasional dipaparkan lebih lanjut oleh Presiden.

“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita,” imbuhnya.

Situasi darurat nasional untuk mengamankan sisa aset negara guna mempertahankan ketahanan nasional turut ditegaskan oleh Prabowo.

Peringatan keras kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih mengenai bahaya kebocoran penerimaan negara disampaikan oleh Presiden.

Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 18.120 per Dolar AS Tertekan Isu MSCI dan Geopolitik
Baca Juga

Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 18.120 per Dolar AS Tertekan Isu MSCI dan Geopolitik

“Itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” jelas Prabowo.

Sebelumnya, klaim mengenai potensi kehilangan penerimaan negara yang mencapai 908 miliar dolar AS atau hampir Rp16.000 triliun akibat praktik underpricing dan underinvoicing oleh para eksportir telah disampaikan oleh Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Mei lalu.

Sebagai langkah perbaikan, instruksi agar proses ekspor komoditas strategis dilakukan secara satu pintu di bawah pengawasan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) diterbitkan oleh Presiden Prabowo guna mengatasi kebocoran devisa.

(Rudi)