Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Gaya Hidup

4 Teknik Liputan Demo Demi Keselamatan Jurnalis di Lapangan

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 22 Oktober 2026 · 13:152 menit baca
4 Teknik Liputan Demo Demi Keselamatan Jurnalis di Lapangan
Mengulas 4 teknik penting liputan demo bagi jurnalis di lapangan mulai dari pemetaan jalur evakuasi hingga penggunaan alat pelindung diri. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Meliput aksi unjuk rasa berisiko tinggi menuntut kesiapsiagaan fisik, mental, dan kepekaan terhadap situasi sekitar. Di tengah dinamika lapangan yang dapat berubah menjadi ricuh dalam hitungan detik, keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama di atas sebuah berita. Penerapan taktik mitigasi risiko yang tepat sangat krusial bagi jurnalis guna memastikan liputan berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan diri.

Berikut 4 teknik vital saat meliput demonstrasi demi menjaga keselamatan di lapangan:

1. Pemetaan Area dan Pemilihan Escape Route
Sebelum terjun ke tengah kerumunan, lakukan pengamatan topografi lokasi unjuk rasa secara menyeluruh. Identifikasi titik-titik aman seperti gang sempit, gedung umum, atau fasilitas kesehatan, serta tentukan jalur evakuasi darurat (escape route) apabila bentrokan pecah. Hindari terjebak di posisi sudut atau area sempit yang membatasi ruang gerak saat massa atau aparat melakukan dorongan secara mendadak.

2. Penggunaan Atribut Identitas dan Safety Gear
Gunakan kartu pers yang terpasang jelas di dada serta pakaian netral yang membedakan posisi jurnalis dari kelompok demonstran maupun aparat keamanan. Saat meliput aksi berisiko kerusuhan, kelengkapan alat pelindung diri (safety gear) seperti helm, kacamata pelindung (goggles), dan masker gas wajib dikenakan untuk melindungi diri dari lemparan benda keras maupun paparan gas air mata.

Bentrok Pecah di Bundaran Digulis Pontianak, Jurnalis Nusantara Post Sempat Diintimidasi Polisi Saat Rekam Penangkapan
Baca Juga

Bentrok Pecah di Bundaran Digulis Pontianak, Jurnalis Nusantara Post Sempat Diintimidasi Polisi Saat Rekam Penangkapan

3. Menjaga Jarak Aman dan Posisi Tubuh Mobile
Hindari berdiri tepat di garis depan bentrokan antara massa dan barikade aparat. Posisikan tubuh berada di samping atau area luar lingkaran kericuhan agar pergerakan tetap dinamis (mobile). Jika situasi memanas, tetap tenang, jangan berlari panik, dan bergeraklah secara perlahan menjauhi pusat konflik sembari terus mengamati pergerakan massa serta arah tembakan gas air mata.

4. Menerapkan Buddy System dan Komunikasi Berkala
Jangan pernah meliput aksi demonstrasi berskala besar seorang diri. Terapkan sistem berpasangan (buddy system) bersama rekan sejawat dari media lain untuk saling memantau keberadaan satu sama lain. Lakukan komunikasi berkala (check-in) dengan pihak redaksi untuk melaporkan posisi terkini serta dinamika keamanan di lapangan, sehingga langkah darurat dapat segera diambil jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

(Hendrawan)