Situasi aksi unjuk rasa di Pontianak memanas menjelang magrib setelah massa bergeser dari Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan memadati kawasan Bundaran Digulis, Rabu, (21/10/2026). Di kawasan jalan protokol tersebut, massa aksi membakar sejumlah pembatas jalan serta membentangkan spanduk bernada kecaman di tengah badan jalan.
“Dimana korban, dimana ormas,” demikian bunyi tulisan pada spanduk yang dibentangkan oleh massa aksi di lokasi.

Aksi massa meluas hingga menduduki area Taman Arboretum di sekitar bundaran. Di titik tersebut, demonstran membentangkan spanduk yang mengajak para pengendara dan masyarakat untuk membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk dukungan simbolis terhadap aksi mereka.

Ketegangan meningkat drastis saat bentrokan fisik antara massa dan aparat kepolisian tidak terhindarkan. Lemparan batu dari arah demonstran dibalas tembakan water cannon oleh kepolisian yang menyiagakan barisan kendaraan taktis barracuda. Kericuhan kian memuncak saat pos polisi di dekat bundaran nyaris terbakar sebelum kobaran api berhasil dipadamkan oleh petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).



