Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menghanguskan area seluas 38.310,86 hektare sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Juli, dengan sebaran terluas berada di Kabupaten Ketapang. Menyikapi ancaman kebakaran di tengah musim kemarau dan fenomena El Niño, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengumpulkan tujuh pakar akademisi lintas kampus guna menyusun mitigasi berbasis kajian ilmiah di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu, (21/10/2026).
Urgensi perumusan kebijakan yang berpijak pada data riset lapangan dipaparkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Ruai Telabang.
“Upaya pencegahan perlu dirancang secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memicu dan memperluas kebakaran. Pendekatan berbasis data dan hasil penelitian diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah antisipasi yang lebih terukur sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan,” ujarnya.
Kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran titik api di atas lahan gambut seluas 2,8 juta hektare serta 124 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Kalimantan Barat turut digarisbawahi oleh kepala daerah tersebut.

