Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Karhutla Hanguskan 38 Ribu Hektare, Pemprov Kalbar Gandeng Pakar Perkuat Mitigasi

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 21 Oktober 2026 · 17:102 menit baca
Karhutla Hanguskan 38 Ribu Hektare, Pemprov Kalbar Gandeng Pakar Perkuat Mitigasi
Seluas 38.310 hektare lahan terbakar di Kalbar, Pemprov gandeng tujuh pakar akademisi perkuat mitigasi karhutla dan perlindungan ekosistem gambut. (Dok. Adpim Kalbar)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menghanguskan area seluas 38.310,86 hektare sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Juli, dengan sebaran terluas berada di Kabupaten Ketapang. Menyikapi ancaman kebakaran di tengah musim kemarau dan fenomena El Niño, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengumpulkan tujuh pakar akademisi lintas kampus guna menyusun mitigasi berbasis kajian ilmiah di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu, (21/10/2026).

Urgensi perumusan kebijakan yang berpijak pada data riset lapangan dipaparkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Ruai Telabang.

“Upaya pencegahan perlu dirancang secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memicu dan memperluas kebakaran. Pendekatan berbasis data dan hasil penelitian diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah antisipasi yang lebih terukur sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan,” ujarnya.

Kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran titik api di atas lahan gambut seluas 2,8 juta hektare serta 124 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Kalimantan Barat turut digarisbawahi oleh kepala daerah tersebut.

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung

“Kondisi ini menuntut penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, hingga pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul,” tegasnya.

Instruksi pengawasan ketat pascapemadaman di lapangan turut ditujukan Ria Norsan kepada jajaran perangkat daerah serta pimpinan daerah di Ketapang dan Kayong Utara.

“Saya minta seluruh perangkat daerah tetap siaga dan terus memantau kondisi di lapangan meskipun api telah padam. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya kembali titik api di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Kerentanan kebakaran bawah permukaan akibat penurunan tinggi muka air selama kemarau panjang dipaparkan oleh akademisi Universitas Panca Bhakti Pontianak, Arif Parabi, berdasarkan riset gambut puluhan tahun bersama Universiti Malaysia Sarawak.

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng
Baca Juga

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng

“Kelima langkah ini perlu menjadi dasar bersama dalam melakukan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Langkah mitigasi terpadu tersebut mencakup pemetaan jenis tanah, tata kelola lahan adaptif ekologis, pengawasan berbasis observasi lapangan, respons pemadaman cepat, serta penanganan dampak asap terhadap kesehatan publik.

(Tony)