Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

BNPB Catat Karhutla Mendominasi, Lahan Terbakar di Raja Ampat Tembus 357 Hektare

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 22 Oktober 2026 · 19:592 menit baca
BNPB Catat Karhutla Mendominasi, Lahan Terbakar di Raja Ampat Tembus 357 Hektare
BNPB mencatat karhutla mendominasi bencana di Indonesia per 22 Oktober 2026, dengan luas kebakaran di Raja Ampat mencapai 357,5 hektare. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Kamis, (22/10/2026) pukul 07.00 WIB. Eskalasi karhutla terpantau meluas mulai dari wilayah Pulau Jawa hingga kawasan Papua Barat Daya.

Laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi merinci kebakaran empat hektare lahan perkebunan swasta di Dusun Tambaksari, Desa Karangeja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Tindakan evaluasi lapangan serta teguran hukum atas kepemilikan lahan tersebut diungkapkan oleh otoritas kebencanaan.

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung

“Merespons peristiwa tersebut, BPBD setempat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cipari melakukan kaji cepat dan pemadaman kebakaran di lokasi terdampak yang mencapai empat hektare. Pemerintah daerah setempat juga memberikan teguran keras kepada pihak perusahaan swasta yang memiliki lahan tersebut dan akan menindak tegas apabila terdapat unsur kesengajaan,” tulis laporan siaran pers BNPB.

Api di Cilacap dilaporkan telah padam, namun tim gabungan tetap disiagakan di lokasi. Sementara itu, karhutla di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, berhasil dipadamkan di jalur pendakian Petak 21, 22, dan 29.

Di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, total area terbakar mencapai 357,5 hektare yang tersebar di Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Sapoekren. Pemadaman di Kelurahan Sapordanco telah mencapai 230 hektare atau 90 persen dari target.

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng
Baca Juga

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng

Upaya lokalisasi titik api hingga pendinginan lahan terus dilakukan tim gabungan menggunakan mesin penyemprot serta peralatan manual.

Imbauan kewaspadaan serta penggunaan alat pelindung diri bagi warga terdampak paparan asap disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

“Masyarakat di daerah terpapar asap karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan,” terangnya.

Akses kanal pengaduan darurat bilamana warga menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar turut diinformasikan oleh Berton sebelum mengakhiri keterangannya.

“Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar,” pungkanya.

(Hendrawan)